Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin mengamankan belasan orang pemuda yang dilaporkan warga sedang pesta minuman keras (Miras) di sekitar kawasan Jalan Ahmad Yani Km 2 Banjarmasin.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Minggu mengatakan Unit Patroli Kota mengamankan belasan orang yang diduga minum-minuman keras dari laporan masyarakat.
"Kita bertindak karena adanya laporan masyarakat, dan itu langsung kita tanggapi, setelah kita amankan mereka semua dan ditanyai satu persatu, ternyata tidak benar dan mereka hanya bermain bola dan tidak ada minum-minuman keras, karna tidak terbukti dan tidak ada bukti maka semuanya kita pulangkan," terangnya.
Setiap laporan yang masuk, polisi wajib untuk menindak lanjutinya, ada atau tidak adanya kejadian atas laporan masyarakat itu, yang jelas polisi sudah turun ke lapangan guna mengecek kebenaran dari laporan tersebut, demikian Haryono.
Berdasarkan informasi yang didapat Antara, Minggu (14/7) dini hari, belasan orang yang diamankan itu sedang asyik main bola di halaman kantor Bank Central Asia di Km 2 Banjarmasin.
Saat itu juga sekitar pukul 01.30 wita, Satuan Sabhara Unit Patroli Kota langsung datang menghampiri mereka dan melakukan pengecekan apakah terdapat minuman keras atau tidak sesuai dengan laporan yang masuk.
Beberapa menit dilakukan pengecekan, polisi tidak menemukan barang bukti adanya minuman keras sesuai apa yang dilaporkan masyarakat dengan laporan selain main bola para remaja itu juga minum-minuman keras.
Untuk melengkapi laporan dari masyarakat, para remaja tersebut diamankan dan ikut ke Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin guna pendataan lebih lanjut.
Sesampai di Polresta Banjarmasin, remaja tersebut masing-masing didata untuk mengetahui apakah mereka memilik kartu tanda penduduk atau tidak dan sekaligus diberikan pembinaan.
Di kantor Satuan Sabhara, mereka diberikan arahan dan pembinaan untuk tetap menjaga keamanan dan tidak berbuat macam-macam yang bisa mengganggu ketertiban umum dan mengotori bulan suci Ramadhan.
Usai mendapatkan pengarahan dan pembinaan dari pihak kepolisian, mereka semua di perbolehkan untuk pulang kerumah masing-masing dengan catatan tidak berbuat macam-macam dan tetap menjaga keamanan di bulan Ramadhan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.