Perbaikan drainase di wilayah perkotaan di Kotabaru, Kalimantan Selatan, dikeluhkan warga karena material dan tanah galian saluran mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat.

Selain mengganggu lalu lintas pendapatan para pedagang kaki lima atau usaha jasa yang ada di sekitar lokasi Jalan Pangeran Indrakesuma menurun karena pintu gerbang ke Komplek Pasar Kemakmuran tertutup.

"Sudah hampir sebulan ini jalan ini tertutup sehingga pendapatan kami turun drastis," kata seorang tukang jahit sepatu dan sandal di depan Komplek Pasar Limbur Raya M. Rahmani, Rabu.

Biasanya, kata Rahmani, hasil menjahit sepatu dan sandal rata- rata di atas Rp100.000 perhari tetapi akhir-akhir ini hanya Rp50 ribu perhari.

Dia menjelaskan, pendapatannya mulai turun sejak jalan menuju pasar ditutup karena drainase sedang dalam perbaikan.

Ia mengaku telah berulang kali meminta kontraktor atau pihak yang terkait agar mempercepat perbaikan drainase, dan membersihkan tanah bekas galian dari lokasi galian karena menganggu lalulintas.

"Hari ini kami akan mendatangi DPRD agar masalah ini diperhatikan," jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kotabaru H. Ardian melalui Kabid Binamarga Kotabaru Muslim mengatakan, proyek yang dibiayai dana APBD sekitar Rp200 juta itu proyek APBD 2011.

"Tidak ada niat kontraktor mengulur-ulur pekerjaan perbaikan drainase," jelasnya.

Muslim menjelaskan, galian drainase itu tidak dapat langsung ditutup setelah dicor karena  hasilnya kurang kuat dan itu menyalahi aturan.

Sementara tanah bekas galian tidak dapat langsung dibersihkan dari sekitar lokasi galian karena akan membahayakan pengguna jalan.

"Jika tanah itu dibersihkan kemudian ada kecelakaan siapa yang bertanggung jawab, oleh sebab itu tanah itu tidak bersihkan," paparnya.

Dia berjanji, pekerjaan perbaikan drainase akan diselesaikan akhir Februari.(C/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026