Banjarbaru (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Nurkhalis Anshari memperjuangkan pelebaran Jalan Al Jafri di Kelurahan Kemuning menyusul aspirasi masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang terlalu sempit dan tidak lagi memadai.
Nurkhalis mengatakan Jalan Al Jafri menjadi perhatian karena fungsinya sebagai jalur penghubung utama di kawasan tersebut, namun lebarnya saat ini tidak mampu menampung arus kendaraan secara optimal.
"Warga berharap ada pelebaran jalan karena kondisinya memang cukup sempit. Jika dua mobil melintas berpapasan, salah satu ban kendaraan harus turun ke tanah," ujar Nurkhalis di Kota Banjarbaru, Selasa.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kondisi Jalan Al Jafri merupakan salah satu akses utama menjadi sorotan warga saat kegiatan reses yang dilaksanakannya pada, Rabu (11/3/2026).
Perwakilan warga dalam pertemuan itu menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari usulan pelebaran jalan, pembangunan drainase, hingga perbaikan akses jalan lingkungan yang masih belum layak.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru sambut tamu disabilitas dengan hangat di momen Idul Fitri
"Warga juga mengeluhkan sistem drainase yang belum tertata baik, beberapa titik saluran air belum terbentuk, dan drainase mengalami penyumbatan sehingga aliran air tidak lancar," ucap Nurkhalis yang segera mencari solusi atas kondisi itu.
Dikatakan Nurkhalis, masyarakat juga mengusulkan pemasangan paving block pada jalan lingkungan yang rata-rata memiliki lebar kurang dari tiga meter dan masih belum layak dilalui kendaraan besar.
"Masih ada beberapa titik jalan lingkungan yang belum dipaving. Warga melalui ketua RT berharap bisa masuk dalam prioritas pembangunan sehingga akses masyarakat semakin terbuka," ungkapnya.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru utamakan kegiatan sosial berbagi kepada sesama saat Idul Fitri
Ditambahkan, persoalan drainase menjadi aspirasi yang paling sering disampaikan masyarakat dalam sejumlah titik reses yang telah dilaksanakan sehingga siap dicarikan solusi agar permasalahan teratasi.
"Hasil reses ini akan dipilah mana yang menjadi prioritas yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga permasalahan di tingkat RT dan RW dapat bertahap diselesaikan sesuai harapan warga," katanya.
