Oleh Gunawan Wibisono

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menangkap puluhan pemuda yang diduga preman di dua lokasi keramaian di wilayah kota tersebut.

Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Minggu mengatakan, penangkapan mereka diduga preman itu saat razia pukul 13.00 wita di dua titik yang sudah ditarget dalam razia tersebut.

Dua tempat sasaran razia premanisme oleh polisi Terminal Induk Km 6 dan pasar Sentra Antasari Banjarmasin. Dua tempat itu sering di kunjungi, polisi berhasil menangkap 23 orang diduga preman yang dianggap meresahkan masyarakat.

Di Terminal Induk Km 6 Banjarmasin, polisi menangkap dua orang yang diduga preman dan di Pasar Sentra Antasari menjaring 21 orang preman.

"Kita akan terus melakukan razia preman karena banyaknya keluhan masyarakat dan dianggap keberadaan preman di tempat-tempat keramaian itu meresahkan," terangnya.

Kali ini Minggu (14/4) polisi hanya merazia dua tempat keramaian, dan berikutnya rencananya akan semua tempat keramaian menjadi sasaran razia guna mengurangi keberadaan para preman itu.

"Razia ini juga bertujuan untuk mengantisipasi tindak kriminal yang sering dilakukan oleh para preman, sehingga dengan adanya razia tersebut paling tidak kita bisa mengurangi dan meminimalisir tindak kejahatan serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat," ucapnya kepada ANTARA.

Puluhan pria yang diduga preman itu, bagi yang memiliki Kartu Tandak Penduduk (KTP) akan dilakukan pembinaan dan diserahkan ke Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Banjarmasin.

Sedangkan yang tidak memiliki KTP maka akan mengikuti proses hukum berupa sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Banjarmasin karena dianggap telah melanggar aturan yang telah ditentukan.

"Banyak masyarakat mengucapkan terima kasih terhadap kegiatan yang telah kita lakukan ini, karena keberadaan para preman itu sangat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari di pasar maupun di terminal," tutur pria berkumis tipis itu. 


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026