Kami lakukan pengecekan langsung dan berdasarkan pengakuan sopir tidak ditemukan,
Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Satuan Tugas Bahan Bakar Minyak (Satgas BBM) Polres Banjarbaru, jajaran Polda Kalimantan Selatan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU dan gerai AKR di kota setempat, untuk memastikan distribusi Biosolar berjalan normal tanpa pungutan liar (pungli) terhadap para sopir angkutan.
Pemeriksaan dilakukan di lima titik, yakni dua gerai AKR di Jalan Trikora, SPBU LIK Liang Anggang, serta dua SPBU di Jalan Ahmad Yani Banjarbaru. Petugas memantau langsung antrean kendaraan hingga mekanisme distribusi BBM kepada para sopir.
Kabag Ops Polres Banjarbaru Kompol Agus Sugianto di Banjarbaru, Sabtu, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan laporan para sopir terkait dugaan pungli parkir maupun prioritas antrean BBM yang sempat dikeluhkan sebelumnya.
“Kami lakukan pengecekan langsung dan berdasarkan pengakuan sopir tidak ditemukan lagi adanya pungutan parkir maupun pungutan lain,” ujarnya.
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Kalimantan Selatan melalui Kapolres Banjarbaru menyusul aksi unjuk rasa sopir angkutan di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan yang menyoroti distribusi Biosolar dan dugaan praktik premanisme di area SPBU.
Dalam pemantauan di lapangan, salah satu gerai AKR di Jalan Trikora terlihat ditutup portal sehingga tidak terdapat antrean kendaraan. Sementara di sejumlah SPBU lainnya, distribusi Biosolar berlangsung lancar dan aktivitas pengisian berjalan normal.
Petugas juga berdialog langsung dengan sopir angkutan dan pengawas SPBU guna memastikan tidak ada lagi biaya tambahan yang dibebankan kepada pengemudi saat mengantre maupun mengisi BBM subsidi.
Menurut Agus, kondisi distribusi BBM di Banjarbaru saat ini berangsur normal setelah sebelumnya sempat dikeluhkan para sopir akibat antrean panjang dan stok yang kerap kosong di sejumlah SPBU.
Polres Banjarbaru juga membuka layanan pengaduan bagi sopir maupun masyarakat apabila masih menemukan praktik pungli atau intimidasi di lingkungan SPBU.
Kepolisian setempat menyatakan akan melakukan pengawasan rutin untuk menjaga kelancaran distribusi BBM.
Salah seorang sopir angkutan serbuk kayu ulin asal Liang Anggang Roni mengaku kini lebih mudah memperoleh Biosolar dibandingkan sebelum aksi demonstrasi berlangsung.
Dia juga mengatakan antrean pengisian BBM saat ini sudah lebih tertib dan tidak ada lagi pungutan parkir liar.
“Sekarang aman saja, masuk tidak diminta uang parkir. Sebelum demo memang agak susah karena distribusi lambat dan BBM sering habis,” kata Roni.
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026