Oleh: Eddy Fadillah

Amuntai, kalsel, (Antaranews Kalsel) - Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Desa Muara Tapus Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)dengan Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan, kondisinya kini semakin parah dan memprihatinkan.

Bupati HSU, Abdul Wahid, bersama rombongan, saat meninjau lokasi jembatan longor di salah satu desa di Kecamatan Babirik, Kamis, terpaksa beberapa kali turun dari mobil, karena kondisi jalan rusak berat.

Beberapa ruas jalan dikawasan itu hampir putus akibat retak dan lonsor. Sebagian titik badan jalan berlubang besar dan digenangi air, membuat pengendara roda dua dan mobil yang melintas harus ekstra hati-hati jika tidak ingin jatuh.

Bupati yang berjalan kaki akibat jalan rusak tersebut terpaksa berjalan kaki, melewati titian darurat yang dibuat warga Desa Sungai Durait karena separuh jalan lonsor dan separuhnya lagi terendam air.

Beberapa kali Wahid juga turun dari mobil dinasnya untuk menyapa warga di sepanjang jalan muara Tapus- Nagara (HSS), guna menyerap aspirasi dan keinginan warga.

"Kalau bisa jalan capati dibaikiakan pak ai (kalau bisa perbaikan jalan dicepati perbaikannya pak)," ujar satu warga saat bertemu bupati.

Menerima keluhan warganya, Wahid hanya menjanjikan akan menyampaikan aspirasi mereka ke Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) karena kewenangan untuk memperbaiki jalan Tapus-Nagara adalah Pemprov Kalsel.

Namun, kata Wahid, Pemerintah Kabupaten HSU sudah berulang kali menyampaikan perihal kerusakan jalan propinsi ke Pemprop Kalsel, khususnya kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) propinsi namun hingga kini belum kunjung mendapatkan perbaikan.

Semakin parahnya kerusakan jalan tapus-nagara ini akibat tergenang banjir dan acapkali masih dilewati truck pengangkut hasil perkebunan sawit dari Nagara.

Pemda HSU melalui Dinas PU sebenarnya sudah melakukan perbaikan jalan, namun karena belum permanen di aspal mengakibatkan jalan kembali rusak dan berlobang.

Kepada warga Babirik Wahid memohon maaf karena baru bisa melihat langsung kerusakan jalan Tapus-Nagara karena selain hampir tiga pekan terakhir mengikuti pelatihan dan pendidikan kepemimpinan di Jakarta yang wajib dihadiri bupati/wakilota diseluruh Indonesia, juga masih sering bolak-balik ke Jakarta untuk mengupayakan dana bantuan pusat bagi daerah.

"Alhamdulillah terakhir kita berhasil mendapatkan dana bantuan pusat sebesar Rp15 miliar untuk pengadaan peralatan media di Rumah Sakit Pambalah Batung Amuntai," kata bupati.

Karena mendapat kabar mengenai keluhan warga masyarakat di Kecamatan babirik terkait kerusakan jalan kira-kira sepanjang 7 kilometer yang semakin parah. bupati lantas meninjau langsung kondisi jalan.

"Semoga ini cepat mendapat respon dari Pemprop Kalsel untuk mendapatkan perbaikan," imbuhnya.

Selain itu untuk upaya sementara bupati mengharapkan sudah aktivitas dari kontraktor pelaksana di lapangan untuk peninggian badan jalan agar tidak terendam banjir lagi yang akan semakin memperparah kondisi jalan.

Perbaikan ini harus segera diupayakan Pemda HSU mengingat jalur Tapus menuju Babirik dan Nagara tersebut sangat penting menunjang aktivitas masyarakat babirik yang umumnya bertani, peternak untuk mengangkut hasil usaha mereka ke Pasar Alabio dan Pasar Amuntai.

"Jika dibiarkan begitu saja tentu akan sangat menghambat usaha masyarakat kita," tandasnya


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026