Alhamdulillah, warga sangat antusias sehingga kami menerapkan sistem pembelian bergiliran agar mereka yang datang memperoleh komoditas yang dijual,"
Banjarbaru (ANTARA) - Bazaar murah yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan diserbu ratusan warga yang membeli berbagai barang kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman di Kota Banjarbaru, Rabu mengatakan, berbagai komoditas dijual pada Bazaar Murah sebagai wujud dari Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Kalsel itu.
"Alhamdulillah, warga sangat antusias sehingga kami menerapkan sistem pembelian bergiliran agar mereka yang datang memperoleh komoditas yang dijual," ujar Syamsir di lokasi bazaar Kios Pangan DPKP Kalsel Jalan Panglima Batur Banjarbaru.
Menurut Syamsir, Bazaar murah yang merupakan program GPM itu rutin digelar hampir setiap bulan sesuai arahan Gubernur Kalsel Muhidin dan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel guna membantu masyarakat memenuhi barang kebutuhan pokok.
Ia menekankan, tujuan kegiatan selain membantu masyarakat, juga sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Syamsir menyebutkan, pelaksanaan bazaar bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel dalam menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.
"Harga barang yang dijual lebih murah dibandingkan dipasaran karena sudah disubsidi. Tujuannya bisa membantu masyarakat sehingga mereka mampu membeli barang kebutuhan pokok yang diperlukan," ucapnya.
Dikatakan Syamsir, barang kebutuhan pokok yang disediakan di antaranya setengah ton beras SPHP, setengah ton gula pasir dan 1.000 liter minyak goreng termasuk telur ayam, bawang merah, bawang putih hingga berbagai produk UMKM pangan lokal.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga yang disubsidi Pemprov seperti Beras SPHP biasanya dijual Rp59 ribu per kemasan menjadi Rp55 ribu, gula pasir dari harga pasaran Rp18.500 per kilogram dijual Rp15 ribu dan minyak goreng tetap dijual Rp15 ribu per liter.
"Bawang merah dan bawang putih dijual satu paket seharga Rp40 ribu dari harga normal sekitar Rp43 ribu, telur ayam Rp23 ribu per rak atau lebih rendah dibanding harga pasar yang mencapai Rp25 ribu per rak," tuturnya.
Ditambahkan Syamsir, program GPM akan terus dilaksanakan tidak hanya di Kota Banjarbaru, tetapi juga diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalsel bekerja sama dengan pemerintah daerah termasuk Tim Penggerak PKK setempat.
"Kegiatan akan terus dilaksanakan di berbagai daerah di Kalsel sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat dan mampu membantu menjaga daya beli mereka dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.