Banjarmasin, 8/3 (Antara) - DPRD Kalimantan Selatan bersama instansi/pihak terkait akan membahas masalah HIV/AIDS di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai 3,6 juta jiwa itu.
"Ya nanti akan bicarakan dengan pimpinan dewan atau ketua komisi, untuk mengundang instansi/pihak terkait permasalahan HIV/AIDS," ujar Wakil Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel H Budiman Mustafa, Jumat.
Pensiunan dinas kesehatan tersebut menyatakan, prihatin dengan pemberitaan media massa yang memberitakan penderita HIV/AIDS di provinsinya yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini.
Berdasarkaan pemberitaan yang mengutip keterangan dinas kesehatan setempat, penderita HIV/AIDS terbanyak di Kalsel, terdapat di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang merupakan daerah pertambangan, sera Kota Banjarmasin.
Wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memperkirakan, meningkatnya angka penderita HIV/AIDS di provinsinya tersebuut, mungkin karena instansi/pihak terkait kurang memberikan penyuluhan.
"Padahal penyuluhan yang secara intensif dan berkelanjutan, salah satu upaya mencegah berjangkitnya HIV/AIDS. Karena pada dasarnya virus penyakit tersebut berjangkit melalui kontak langsung," tandasnya menjawab ANTARA Kalsel.
Selain itu, yang tak kalah pentingnya, lanjut politisi PKS tersebut, kesadaran masyarakat yang terkena HIV/AIDS untuk memeriksakan dan melakukan pengobatan secara rutin.
"Kita di Kalsel ada dua rumah sakit, yang secara khusus untuk penanganan penderita HIV/AIDS yaitu Rumah Sakit Umum H Moch Ansari Saleh Banjarmasin dan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin," ungkapnya.
"Untuk pemeriksaan HIV/AIDS pada dua rumah sakit milik pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel itu, sifatnya gratis. Jadi penderita HIV/AIDS tak perlu ragu memeriksakan kesehatannya," demikian Budiman Mustafa.
Seebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Nafsiah Mboi saat berkunjung ke Banjarmasin sekitar dua pekan lalu tampak tercengang mendengar informasi penderita HIV/AIDS di Kalsel meningkat.
Mendengar informasi itu, Menkes langsung meminta pemerintah daerah setempat melalui instansi terkait agar melakukan penanganan lebih maksimal lagi terhadap permasalahan HIV/AIDS tersebut.
 "Kementerian kesehatan sendiri juga akan terus melakukan pencegahan dan penanggulangan agar HIV/AIDS tersebut tidak semakin meluas," demikian Nafsiah Mboi. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026