Atribut atau gambar-gambar lain yang berkaitan dengan Partai Amanat Nasional (PAN) "hilang" dari rumah Wali Kota Banjarmasin Muhidin, Rabu.


Hilangnya berbagai tanda atau gambar yang berkaitan dengan PAN itu seiring pengunduran diri Muhidin dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalimantan Selatan.

Kalau pekan lalu masih terlihat bendera PAN berkibar di rumah pribadi mantan Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) Kalsel tersebut di Jalan A Yani Banjarmasin, maka dalam dua hari terakhir sudah tidak tampak lagi.

Gambar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Hatta Rajasa bersama Muhidin berukuran besar yang terpampang di tembok rumah itu kini juga sudah tiada.

Atribut PAN yang terlihat di rumah Muhidin hanya yang menempel di mobil ambulans, yang sebelum Muhidin bergabung dengan PAN beratribut PBR.

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin itu mengundurkan diri sebagai Ketua DPW PAN Kalsel dengan alasan antara lain karena telah berstatus sebagai tersangka berkaitan dengan kasus dugaan gratifkasi.

Sedangkan kasus dugaan gratifikasi antara Muhidin dengan Bupati Tanah Laut Adriansyah kini masih dalam pengusutan aparat penegak hukum.

Alasan lain, Muhidin ingin independen atau netral, guna lebih memudahkan dalam bersikap atau mengambil kebijakan pemerintahan dan pembangunan.

Selain itu, Muhidin ingin lebih berkonsentrasi mengurusi pembangunan daerah dan masyarakat "kota seribu sungai" Banjarmasin, yang belakangan hampir tiada hari tanpa kemacetan lalu lintas itu.

Sebelumnya Muhidin merupakan anggota DPRD Kabupaten Tapin, Kalsel, dari PBR. Melalui partai itu juga Muhidin terpilih sebagai anggota DPRD Kalsel hasil Pemilihan Umum 2009.

  Muhidin yang diusung PBR terpilih sebagai Wali Kota Banjarmasin dalam pemilihan kepala daerah tahun 2010, namun setelah itu ia pindah partai dan menjabat sebagai Ketua DPW PAN Kalsel./D.
(T.KR-SHN/B/S024/S024) 27-02-2013 19:19:19

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026