Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani di Kalimantan Selatan bulan Juni 2018 mengalani kenaikan sebesar 3,11 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.
     
Kepala BPS Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Rabu mengatakan, survei harga produsen gabah selama Januari 2018 dilakukan pada 10 kabupaten dan didominasi 67 observasi.
     
"Kenaikan rata-rata harga gabah kualitas GKP tingkat petani sebesar 3,11 persen dari harga Rp4.736 per kilogram bulan Mei menjadi Rp4.883 di bulan Juni 2018," ujarnya.
     
Ia mengatakan, transaksi harga gabah lebih banyak pada varietas unggul jenis Ciherang, Infari, Mekongga dan IR 42 dan kenaikan harga gabah juga terjadi pada tingkat penggilingan 2,95 persen.
     
Disebutkan, sebelumnya pada bulan Mei, harga gabah di tingkat penggilingan sebesar Rp4.833 per kilogram kemudian mengalami kenaikan menjadi Rp4.975 pada bulan Juni.
     
"Jadi kenaikan harga gabah terjadi baik ditingkat petani maupun tingkat penggilingan dan transaksi yang terjadi lebih banyak pada gabah varietas unggul," ungkapnya.
     
Sementara itu, komponen mutu gabah selama Juni cenderung fluktuatif dan terjadi penurunan persentase kadar air maupun kadar hampa/kotoran dibanding bulan sebelumnya.
     
"Rata-rata kadar air (KA) dan kadar hampa/kotoran gabah kualitas GKP masing-masing 14,94 persen dan 4,01 persen sehingga cukup mempengaruhi kualitas gabah," ucapnya.
     
Dikatakan, harga gabah tertinggi di tingkat petani berasal dari gabah kering panen (GKP) varitas Karang Dukuh yakni Rp7.000 per kilogram di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala.
     
"Harga terendah di tingkat petani sebesar Rp4.000 per kilogram berasal dari gabah kualitas kering panen varitas IR 42 yakni di Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin," ujarnya.
     
Sementara itu, sepuluh kabupaten yang menjadi observasi yakni Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, HST, HSU, Tanah Bumbu, Tabalong, dan Balangan.
     
"Kami melakukan survei harga produsen gabah pada 10 kabupaten itu dan berdasarkan komposisinya, jumlah observasi harga gabah didominasi GKP sebanyak 67 observasi," katanya.

 

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018