Barabai, (Antaranews Kalsel) - Guna meningkatkan hasil perkebunan cabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan dalam program kawasan aneka cabe seluas 50 Hektare.

Menurut Kepala Dinas Pertanian HST Zainuddin, Rabu (27/6) di Barabai menyampaikan program tersebut terbagi menjadi dua komoditas yaitu cabe besar seluas 28 Hektare dan cabe rawit seluas 22 Hektare.

Paket bantuan yang diberikan kepada kelompok tani disebutkannya adalah berupa mulsa (material plastik penutup tanaman budidaya), pupuk organik, agen hayati, cultivator dan pompa air.

"24 kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebar di enam kecamatan wilayah HST dan banyaknya sesuai dengan luas lahan dimiliki," katanya.

Kecamatan BAS ada dua kelompok tani dengan luas lahan 4 Ha mendapatkan dua unit cultivator dan empat unit pompa air, Kecamatan Batara dan BAT masing-masing ada satu kelompok tani dengan luas lahan 2 Ha mendapatkan 1 unit cultivator dan 2 unit pompa air.

Selanjutnya Kecamatan Limpasu ada lima kelompok tani dengan luas lahan 12 Ha mendapatkan enam cultivator dan 12 pompa air, Kecamatan LAU ada 10 kelompok tani dengan luas lahan 20 Ha mendapatkan 10 cultivator dan 10 unit pompa air.

Sedangkan Kecamatan LAS ada lima kelompok tani yang mempunyai lahan seluas 10 Ha mendapatkan bantuan lima unit cultivator dan 10 pompa air.

Salah satu anggota Gapoktan di Desa Kias, Kurdiansyah yang juga berkebun cabe menyampaikan dengan luas lahan sekitar 4 borongan dan masa tanam sekitar 4 bulan, mampu panen sampai 1 Tahun serta meraup keuntungan Rp4-5 juta per bulan.

"Kalau harga cabe lagi bagus-bagusnya mencapai Rp70 ribu per kilogram dan kalau harga lagi anjlok biasanya cuma Rp25 ribu per kilogram namun saat ini tetap stabil di harga Rp40-50 ribu per kilogram," katanya.

Plt Bupati HST H A Chairansyah saat menyerahkan Alsintan kepada kelompok tani di Desa Kias juga menyampaikan agar alat-alat pertanian tersebut di jaga dan dipelihara melalui UPJA yang sudah ditentukan.

"Tujuannya adalah agar alat itu jangan sampai cepat rusak dan dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama untuk keperluan semua anggota kelompok tani," katanya.

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018