Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia Dr H Abdurrahman Mohammad Fachir mengajak semua unsur di Kalsel bisa jadi agen diplomasi untuk mengangkat citra bangsa di dunia internasional.

"Banyak sekali potensi yang bisa dikontribusikan Banua ini untuk bangsa dalam kontek diplomasi ke negara lain," kata Abdurrahman, Selasa.

Hal itu dikatakannya kepada wartawan usai Kuliah Umum dengan tema "Kebijakan Luar Negeri Republik Indonesia" di gedung Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Menurut dia, banyak hal baik itu bidang sosial, ekonomi dan sebagainya yang bisa dikerjasamakan. Kuncinya adalah harmoni dan kemanusiaan menjadi keunggulan diplomasi bangsa Indonesia.

"Yang pasti Indonesia, termasuk Kalsel di dalamnya penuh dengan keberagaman, itulah modal utama bangsa yang jarang dimiliki negara lain di dunia," jelas putra daerah asli Kalsel yang sukses di kancah internasional itu.

Abdurrahman pun meminta perguruan tinggi terus mendorong kemajuan para dosen dan mahasiswanya untuk pengembangan keilmuan yang tentunya relevan dengan keperluan daerah.

Sementara Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi memastikan akan terus menghadirkan tokoh-tokoh nasional ke ULM, terutama yang berasal dari Kalsel untuk memberikan motivasi kepada seluruh sivitas akademika.

"Kami berterima kasih kepada Desmond Junaidi Mahesa dan Syaifullah Tamliha yang juga alumni ULM, karena melalui beliau bisa mengundang tokoh nasional berbicara di ULM. Tentunya kehadiran Wamenlu bisa membuka wawasan mahasiswa bahwa memperjuangkan citra bangsa di luar negeri bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk mahasiswa yang berprestasi di dunia internasional," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Dr H Abdurrahman Mohammad Fachir adalah adik dari mantan Dekan Fakultas Kedokteran ULM dr H Hasyim Fachir.

Sementara kehadiran dua anggota DPR RI Desmond Junaidi Mahesa dan Syaifullah Tamliha lantaran kedua politikus asal Kalsel itu juga akan menjadi pembicara di ULM di acara yang berbeda.

Pewarta: Firman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018