Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap peristiwa dugaan bullying atau perundungan yang menewaskan seorang santri di lingkungan pondok pesantren.

"Kami menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut," kata Kepala Kemenag HST H M Rusdi Hilmi di Barabai, Sabtu.

Baca juga: Sering dibully diduga motif pelaku bunuh santri ponpes di HST

Rusdi menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada aparat kepolisian dan meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan.

“Biarlah polisi bekerja secara profesional. Kami tidak ingin mengintervensi baik pihak korban maupun pelaku,” tegas Rusdi.

Ia menambahkan, tragedi ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan lingkungan pesantren maupun sekolah benar-benar aman dan nyaman bagi para santri maupun siswa.

Baca juga: Santri Ponpes HST ditusuk saat tidur dengan sajam hingga tewas

Sebelumnya, peristiwa nahas itu terjadi di sebuah pondok pesantren Desa Matang Ginalon, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Rabu (21/8) malam sekitar pukul 21.00 WITA.

Korban berinisial MF (21), seorang santri tahfiz, dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan tindak kekerasan yang dilakukan sesama santri berinisial MN (15).

Kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat luas, mengingat pesantren selama ini menjadi pusat pendidikan agama yang diharapkan mencetak generasi muda berakhlak mulia.

Sementara ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Hulu Sungai Tengah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Ratusan santri TK Al Quran ikuti wisuda di Tanah Laut

 

Pewarta: Muhammad Hidayatullah

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025