Rantau, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, terus mendorong petani untuk mengembangkan jeruk varietas lokal yang disebut jeruk Siam Banjar yang telah dinobatkan sebagai jeruk termanis kedua nasional.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan di Rantau Kamis mengatakan, jeruk Tapin dari varietas lokal berupa jeruk Siam Banjar tersebut menjadi pemenang kedua sebagai jeruk termanis tingkat nasional dalam lomba buah nasional di Jakarta yang diselenggarakan Kementerian Pertanian.

"Penobatan jeruk Siam Banjar sebagai yang termanis tingkat nasional tersebut, menjadi modal besar bagi petani untuk terus meningkatkan produksinya," katanya.

Jeruk yang lebih dikenal dengan sebutan jeruk Margasari tersebut itu, kini dikembangkan di sentral pertanian jeruk Kecamatan Candi Laras Utara dan Candi Laras Selatan.

"Ini suatu kebanggaan bagi kita semua, karena jeruk asal Tapin, diakui kemanisannya secara Nasional," kata Bupati

Tahun 2017 pengembangan jeruk Siam Banjar tersebut, dibantu pemerintah dengan luas lahan 19 hektar yang tersebar di dua kecamatan yakni Candi Laras Utara dan Candi Laras Selatan, dengan jumlah bibit 200 pohon perhektarnya.

"Bantuan tersebut berasal dari dana APBD Provinsi Kalsel," ujarnya lagi.

Selanjutnya, mempertahankan keaslian jeruk tersebut dan melindungi petani, Pemerintah Kabupaten Tapin berencana akan mengusulkan Jeruk Tapin untuk disertifikasi untuk mendapatkan hal paten.

"Melalui hak paten tersebut, maka jeruk Siam Banjar tidak akan diklaim oleh pihak manapun. jeruk tersebut telah kita daftarkan ke Kementrian Pertanian untuk sertifikasi," kata Arifin.

Sejak beberapa tahun terakhir, Pemkab Tapin terus berupaya mengembangkan sektor pertanian untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan hasilnya daerah yang dikenal kaya akan tambang batu bara tersebut, mampu mengangkat berbagai jenis komoditas lokal ke tingkat nasional.

Bahkan beberapa komoditas pertanian Tapin, kini mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat seperti pengembangan bawang merah dan cabai.

Komoditas lokal cabai Hiyung, yang memiliki rasa pedas 17 kali lipat dibanding cabai biasa, kini juga telah dikenal bukan hanya di Kalimantan tetapi juga nasional bahkan internasional.

Pewarta: M Husein Asyari

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017