DPRD Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah (Kalteng) bertandang ke "Rumah Banjar" atau Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mempelajari atau mendalami berbagai hal.

"Rombongan wakil rakyat Gunung Mas mempertanyakan berbagai hal antara lain seputar sistem transportasi publik, pembangunan jalan dan terminal angkutan umum," ujar Sekretaris DPRD ( Sekwan) Kalsel Muhammad Jaini usai menerima tamu tersebut di Banjarmasin, Jumat.

Selain itu, mereka menanyakan mekanisme pengendalian usaha pertambangan bahan galian C pada daerah aliran sungai (DAS), lanjut Sekwan Kalsel.

Baca juga: Kotabaru Studi Komparasi ke Banjarmasin terkait BLUD

"Dalam pertemuan dengan wakil rakyat Gunung Mas tersebut kita  juga menyampaikan tugas dan fungsi DPRD Kalsel secara terperinci, termasuk menjelaskan agenda atau kegiatan yang oleh 55 anggota Dewan tersebut sedang lakukan," tambah M Jaini.

Pada kesempatan itu pula membicarakan atau membahas sistem pemerintahan dan program-program di Kalsel yang merupakan provinsi tertua di Kalimantan.

Kunjungan kerja DPRD Gunung Mas itu pada pokoknya untuk 'sharing' (berbagi) informasi tugas dan fungsi DPRD hingga terkait sistem pemerintahan masing-masing daerah.

Baca juga: DPRD Kalsel studi komparasi RPIP Jatim

Selain itu, dalam rangka koordinasi dan konsultasi tentang mekanisme pembangunan berkesinambungan, demikian M Jaini.

Sebagai catatan, wilayah Gunung Mas berada di hulu Sungai Kahayan merupakan pemekaran dari Kabupaten Kapuas Kalteng pada era reformasi.

Pada era reformasi sejumlah kabupaten di "Bumi Iseng Mulang" (pantang mundur) atau "Bumi Tambun Bungai" mengalami pemekaran sehingga dari lima kabupaten menjadi 13 kabupaten ditambah Kota Palangkaraya.

Seperti Kabupaten Kapuas daerah pemekaran Gunung Mas dan Kabupaten Pulang Pisau. 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2024