Kantor Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak seluruh lapisan masyarakat "Bumi Bersujud", "Bumi Saijaan" dan sekitarnya untuk menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih pangan.

"Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia termasuk pemanfaatan bahan berbahaya yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun," kata Kepala Loka POM Tanah Bumbu Rahmat Hidayat, di Batulicin Sabtu.

Dia mengatakan, jika bahan-bahan tersebut jika digunakan sesuai dengan fungsi yang sesungguhnya akan memberikan manfaat yang besar, sebaliknya jika digunakan bukan pada tempatnya maka akan memberikan dampak negatif yang besar pada tubuh.
 
Pangan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit atau bahan kimia berbahaya menyebabkan lebih dari 200 penyakit. Penyakit tersebut apabila tidak dilakukan pencegahan akan menimbulkan keracunan pangan yang berdampak pada timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, Badan POM memiliki peran penting dalam melaksanakan penanggulangan KLB KP.

Sebagai langkah antisipasi agar KLB KP ditangani dengan baik dan tidak terjadi kasus yang sama, dalam proses penanggulangan KLB KP, Badan POM aktif melakukan investigasi epidemiologi dalam menentukan penyebab secara tepat dan cepat serta aktif melakukan KIE kepada masyarakat.

Menrut Rahmat, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan tiga cemaran, yaitu cemaran biologis, kimia, dan fisik atau benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Pangan olahan yang diproduksi harus sesuai dengan cara pembuatan pangan olahan yang baik untuk menjamin mutu dan keamanannya.

Penyebaran Informasi terkait keamanan pangan ini sangat dibutuhkan. Loka POM Tanah Bumbu secara aktif melakukan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dan pelaku usaha tentang keamanan pangan baik secara langsung maupun melalui media online dan media cetak. KIE Keamanan Pangan merupakan langkah awal untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman.

Beberapa kegiatan KIE keamanan pangan yang dilakukan Loka POM Tanah Bumbu yaitu, BPOM Tanbu Go! (KIE untuk komunitas-komunitas daerah), KIE ke sekolah-sekolah, BPOM Sailing (KIE kepada penumpang kapal feri penyeberangan Tanah Bumbu-Kotabaru), Patin Balalah (KIE dan ULPK Keliling), Pais Acan (Pembagian Media KIE ke daerah-daerah terpencil), serta aktif melakukan KIE ke tempat – tempat wisata.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan selain dapat memberikan pemahaman dan kesadaran kepada konsumen dalam memilah dan memilih produk pangan berkualitas, juga meminimalkan pihak-pihak tertentu yang mengeruk keuntungan, tanpa memperhitungkan dampak negatifnya.

Loka POM Tanah Bumbu selalu menghimbau masyarakat untuk menghindari pangan yang tidak aman, kita dapat menerapkan lim kunci memilih pangan yang aman dalam kehidupan sehari-hari kenali pangan aman, beli pangan yang aman, baca label dengan seksama, jaga Kebersihan diri dan lingkungan.

"Segera melaporkan hal terkait keamanan pangan ke unit kerja Badan POM terdekat atau melalui aplikasi BPOM Mobile yang dapat diunduh google play dan app store," tegas Rahmat.
Petugas Loka POM Tanah Bumbu memberi edukasi kepada masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih makanan (ANTARA/HO-BPOM Tanah Bumbu)

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023