Amuntai, (Antaranews.Kalsel) -Sebanyak 214 Desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan diminta fokus melengkapi adminitrasi penggunaan dana desa meski selalu muncul kritik dan protes sebagian masyarakat terkait realisasi dana desa.


Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid di Amuntai, Selasa mengatakan, Kelengkapan administrasi penggunaan dana desa dengan sendirinya akan menjawab tudingan, protes atau demo sebagian masyarakat terkait penyelewengan penggunaan dana desa.

"Terpenting lakukan rencana realisasi dana desa ini melalui musyawarah dan kesepakatan bersama sehingga kegiatan yang ingin dicapai mencakup kepentingan bersama dan mampu meminimalisir protes atau tuduhan masyarakat" ujar Wahid.

Wahid besyukur, pada penyaluran dana desa hingga September 2016 seluruh desa di Kabupaten HSU mampu menyelesaikan laporan administrasi penggunaan dana desa sehingga diprediksi menjadi nominator sebagai pelaksana dana desa terbaik atau teladan ditingkat nasional.

Meski penggunaan dana desa sudah dilakukan sebaik mungkin, kata Wahid, selalu ada protes dan demo sebagian masyarakat sehingga untuk mengatasinya perlu kelengkapan administrasi penggunaan dana desa.

Dikatakan, protes masyarakat bisa terjadi karena memang terjadi kesalahan dalam penggunaan anggaran dana desa atau bisa pula tudingan yang sengaja diada-adakan,apalagi proses Pilkada serentak sudah semakin dekat.

Wahid menghimbau kepala desa dan aparat desa agar fokus melengkapi administrasi penggunaan dana desa karena akan berpengaruh bagi kelanjutan penyaluran dana desa oleh pemerintah pusat.

"Alhamdulillah semua desa di HSU sudah menyelesaikan tahap I untuk APBN dan tahap II untuk APBD sehingga masih tersisa 40 persen dana desa melalui APBN dan 20 persen dari APBD," katanya.




Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Eddy Abdillah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016