Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatangkan dua unit “Excavator Amphibi” berbobot delapan dan 20 ton untuk menanggulangi banjir yang kerap melanda daerah itu.

“Saat ini excavator kita gunakan untuk mengeruk dan membersihkan tumpukan sampah di sungai pedesaan yang rawan banjir,” kata Bupati HST Aulia Oktafiandi di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Jumat.

Baca juga: Dandim 1002/HST pamit diwarnai penanganan banjir hingga COVID-19

Aulia menyebutkan Pemkab HST fokus mengeruk sampah sungai di Desa Pahalatan Kecamatan Labuan Amas Utara dan Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan.

“Saya sudah memonitoring langsung pengerukan sampah di sungai, saya ingin excavator ini lebih dioptimalkan untuk membersihkan sampah yang menutup aliran sungai di Hulu Sungai Tengah,” ucapnya.

Dia mengungkapkan banjir di daerah itu menjadi permasalahan yang belum dapat dituntaskan, terlebih jika banyak tumpukan kayu menutupi aliran sungai saat curah hujan deras menyebabkan banjir cukup besar.

Sehingga, menurut Aulia, pembelian dua unit excavator itu merupakan langkah tepat pemerintah daerah untuk mengatasi masalah banjir.

Aulia menjelaskan dua unit excavator berbobot delapan dan 20 ton itu mempermudah pembersihan sampah dan tumpukan kayu di area sungai yang lebar seperti Sungai Barabai dan Sungai Batang Alai.

Baca juga: Banjir kembali landa HST Kalsel

Dia meminta dukungan dan doa masyarakat setempat agar alat tersebut dapat menyelesaikan penanggulangan banjir yang menjadi masalah utama di Hulu Sungai Tengah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten HST Syahidin berharap penggunaan dua unit excavator itu mampu membuka aliran sungai akibat tumpukan sampah dan kayu sehingga mengurangi volume genangan air.

Dia mengungkapkan dengan berkurangnya genangan air yang selama berdampak membanjiri area sawah, para petani diharapkan lebih optimal memanfaatkan lahan pertanian. Bahkan terkadang juga air sungai sama sekali tidak mengalir ke hilir karena terhambat di hulu karena tumpukan sampah.

“Kita ingin kebijakan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syahidin.

Baca juga: Satu ton lebih sampah di sungai Barabai diangkut DLHP HST

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023