Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkatkan kesiapan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk memanfaatkan radio "repeater" sebagai alat komunikasi lapangan.

“Salah satu upaya strategis, kita menyiapkan alat komunikasi penanganan bencana khususnya pengawasan kabut asap karhutla agar dapat segera ditindak lanjuti,” ucap Pelaksana Harian Kepala Pelaksana (Plh Kalaksa) BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Rabu.

Baca juga: BPBD Kalsel tingkatkan patroli usai karhutla landa 13 wilayah

Bambang menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat terutama BPBD kota/kabupaten.

“Radio reapeter (menguatkan dan memancar ulang sinyal) digunakan untuk komunikasi Tim Satgas BPBD provinsi dengan BPBD kabupaten dan kota di Kalsel,” tutur Bambang.

Ia menyebutkan sarana komunikasi merupakan bagian terpenting untuk mencegah dan menangani karhutla.

Saat ini, Bambang juga menyampaikan Kalsel dilanda cuaca ekstrem panas sehingga perlu meningkatkan pengawasan terhadap potensi karhutla.

Baca juga: BPK se- Kalsel waspadai ancaman karhutla pada kemarau ekstrem 2023

Sementara itu, Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalsel Ricky Ferdyanto mengatakan beberapa radio repeater di BPBD Kalsel sudah rusak terutama Tahura Sultan Adam.

“Saat ini sedang diperbaiki agar dapat digunakan berkomunikasi di lapangan untuk memantau daerah rawan karhutla,” ucapnya.

Menurut Ricky, sarana tersebut merupakan alat utama Tim Pusdalop BPBD Kalsel saat mengawasi titik kebakaran di lapangan.

Hingga kini, karhutla di Kalsel telah melanda lahan pada beberapa titik yang berbeda dengan luas lahan yang terbakar mencapai 17 hektare.

Baca juga: Kriminal dan politik kemarin, pelaku kekerasan anak diciduk hingga kebakaran lahan

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023