Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkatkan patroli pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah terjadi kebakaran lahan tersebar pada 13 lokasi.

“Kita terus melakukan pengawasan, langkah ini sebagai upaya pencegahan terhadap potensi karhutla yang mulai melanda lahan di wilayah yang berbeda di Kalsel,” ucap Kepala BPBD Kalsel R. Suria Fadliansyah saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Selasa.

Baca juga: Kebakaran landa tiga hektare lahan di Banjarbaru

Ia menuturkan Tim Satgas BPBD berpatroli di daerah rawan karhutla selama sepekan terakhir di kawasan Bandara Syamsudin Noor dan Landasan Ulin Kota Banjarbaru.

Pada patroli Selasa ini, Suria menyebutkan seluruh lokasi pantauan dalam kondisi aman terkendali dan beberapa wilayah di Kota Banjarbaru diguyur hujan.

Sebelumnya, terjadi karhutla yang melanda sekitar 17 hektare lahan di wilayah yang berbeda, yakni 10 titik di Kota Banjarbaru seluas 14 hektare, satu titik di Kabupaten Banjar melanda lahan sekitar satu hektare, dan dua titik di Kabupaten Tanah Laut seluas 2,5 hektare.

“Kerja terukur dan berpedoman pada kondisi lapangan yang ditandai sebagai zona merah karena tingkat kemudahan terbakarnya cukup tinggi,” katanya.

Pihaknya selalu menyosialisasikan bahaya dampak karhutla terhadap kondisi kesehatan dan keadaan perekonomian.

Baca juga: Temukan titik api, BPBD Kalsel tingkatkan status siaga Karhutla

Manager Pusdalop PB BPBD Kalsel Ricky Ferdyanto mengatakan aktivitas warga yang melakukan pembakaran lahan dipantau oleh pihaknya.

“Kita terus berupaya memberikan pemahaman kepada warga agar tidak membakar lahan,” katanya.

BPBD Kalsel mengoptimalkan kinerja tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan pengawasan di daerah rawan karhutla.

Pihaknya telah mengerahkan seluruh kemampuan dengan memberikan pelatihan terhadap upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Pelatihan tersebut diberikan kepada tim beserta masyarakat di wilayah rawan karhutla.

Baca juga: Wawali hadiri apel siaga karhutla dan wabah PMK

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023