Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Achmad Fikry, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) sosialisasi sekolah penggerak, guru penggerak dan akun pembelajaran, yang diikuti 80 orang peserta bertempat di Aula SKB Kandangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSS, Hj Siti Erma, di Kandangan, Selasa (12/10), mengatakan bimtek ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang sekolah penggerak, guru penggerak dan akun pembelajaran.

"Dengan tujuan menerapkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila," katanya, dalam laporan.

Dijelaskan dia, Guru Penggerak untuk memberikan pembekalan kompetensi kepada para guru mulai dari jenjang TK, PAUD, hingga SMA guna menyiapkan pemimpin pembelajaraan masa depan.

Kemudian akun pembelajaran merupakan akun elektronik yang dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan aplikasi pembelajaran berbasis elektronik.

Bimtek ini diikuti sebanyak 80 orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan operator. Semua peserta merupakan orang terpilih dari kecamatan yang nantinya akan menjadi narasumber di kecamatan masing-masing.

"Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama sebanyak 40 orang pada pagi hari, dan sesi kedua sebanyak 40 orang pada siang hari," katanya.

Untuk narasumber, berjumlah tiga orang dari LPMP Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 12 - 14 Oktober 2021, dengan tempat pelaksanaan di SKB dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bupati HSS, H. Achmad Fikry, berharap, kemampuan sumber daya guru-guru dan kepala sekolah dapat terus ditingkatkan. Ada yang jadi guru penggerak, dan ada effort yang diberikan oleh pemerintah terhadap perkembangan budaya pembelajaran.

"Mudah-mudahan dengan telah dilatihnya sebagian besar guru kita, bisa menjadi pendorong bagi guru yang lain dalam meningkatkan kualitasnya. Dengan menggunakan teknologi dan akun pembelajaran, semoga dapat memberikan dampak positif ke depannya," katanya.

Ditambahkan dia, saat pandemi COVID-19, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) baru berjalan selama empat minggu, diharapkan dengan kegiatan bimtek ini, tenaga pengajar menjadi lebih kreatif dalam dunia pendidikan.

Baca juga: Wabup HSS hadiri syukuran hari jadi ke-63 Spendaka

Baca juga: Kantin sampah Spendaka untuk pilah dan sedekah sampah

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021