Hingga hari kedua perayaan Idul Fitri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), semua obyek wisata termasuk di Loksado terpantau tutup, sejalan dengan adanya surat edaran bersama tentang penutupan sementara dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 serta diiringi kepatuhan para pengelola terhadap edaran tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HSS, Moh Zakir Maulidi, di Kandangan, Jum'at (14/5), mengatakan penutupan ini pelaksanaannya dikoordinasikan dengan pihak kecamatan, dan pihaknya dari Disporapar HSS melakukan pengawasan.

"Sampai saat ini memang tidak ada obyek wisata yang terpantau buka, penutupan ini juga lebih kepada pembinaan dan untuk kepentingan yang lebih besar dalam menghindari kerumunan," katanya, dalam keterangan.

Baca juga: Sholat Ied bersama HSS terapkan disiplin protokol kesehatan

Dijelaskan dia, apa yang dilakukan pihaknya tentunya mengutamakan pendekatan secara persuasif dan komunikatif dengan para pengelola obyek wisata dengan mengedepankan rasa empati, karena disadari kondisi sulit di masa pandemi yang sama-sama dihadapi ini.

Pihaknya bersyukur, kepatuhan dan kesadaran para pengelola dalam menjalankan edaran tersebut, ada pengelola wisata yang menyampaikan pesannya secara pribadi melalui pesan singkat, dan mempertanyakan kebijakan penutupan tersebut tapi kemudian bisa memakluminya.

Diharapkan para pengelola bisa menerima surat edaran bersama tersebut, dan secara umum mereka memang telah bisa menerima, serta apabila nanti ada yang buka tentu akan dilakukan imbauan dan pembinaan kembali untuk melakukan penutupan.

Baca juga: Sambut Idul Fitri, Pemkab HSS siapkan posko di beberapa titik

"Makanya dalam edaran tersebut kita melibatkan peran pihak kecamatan karena mereka yang punya kewenangan dalam pembinaan obyek-obyek wisata di masing-masing titik di kecamatan, termasuk penutupan, sehingga tidak terjadi penumpukan orang," katanya.

Ditambahkan dia, dalam kondisi pandemi ini tidak bisa hanya berprasangka aman saja terhadap penularan COVID-19, namun kewaspadaan terus dilakukan, seperti di akhir tahun lalu juga dilakukan penutupan obyek wisata di daerah Negara, setelah terjadi penumpukan dan keramaian oleh pihak kecamatan.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021