Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap pembangunan Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara segera rampung dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19.

"Konektivitas antar wilayah diperlukan agar pergerakan orang, barang dan logistik lebih cepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Menteri Basuki, dengan konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.

Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 km yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga: Kementerian PUPR mempercepat program padat karya tunai di 900 kecamatan

Hingga 15 Mei 2020, progres konstruksi seluruhnya mencapai 92 persen dan penyelesaian jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari berada dibawah tanggungjawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga dengan konsorsium kontraktor PT. PP dan PT Nindya Karya.

Pembiayaan pembangunan jembatan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp809 miliar melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract 2015-2020.

Baca juga: Kementerian PUPR mematangkan Renstra 2020-2024

Dalam masa pandemi COVID-19, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari (Sultra) Yohanis Tulak Todingrara mengatakan pembangunannya dilaksanakan sesuai protokol kesehatan COVID-19, antara lain dengan menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

"Lokasi proyek juga dilengkapi bilik klinik yang bekerja sama dengan rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan kesehatan rutin 2 kali sehari pada pagi dan sore hari," kata Tulak.

Jembatan Teluk Kendari utamanya dibangun untuk mendukung pengembangan wilayah Kota Kendari bagian Selatan dengan daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri, Pelabuhan Kendari New Port, dan kawasan permukiman baru.

Pewarta: Aji Cakti

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020