Tingkat inflasi di Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong berdasarkan hasil statistik Badan Pusat Statistik bulan September 0,01 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Selasa mengatakan, inflasi di Kota Banjarmasin sebesar 0,06 persen, sedangkan di Kota Tanjung terjadi deflasi sebesar 0,61 persen.

"Laju inflasi kumulatif di Kota Banjarmasin bulan September 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 3,26 persen, sedangkan laju inflasi kumulatif di Kota Tanjung 0,34 persen," ujarnya.

Disebutkan, komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Banjarmasin antara lain nasi dengan lauk, baju muslim, ikan gabus, emas perhiasan dan obat dengan resep. 

Sedangkan jenis komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain angkutan udara, daging ayam ras, cabai merah, ikan layang atau benggol. 

"Inflasi di Kota Banjarmasin karena kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 138,87 pada Agustus menjadi 138,95 bulan Juni, sedangkan deflasi di Tanjung dari 135,19 menjadi 134,37," ucapnya.

Sedangkan, di Kota Tanjung komoditas mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi bulan September antara lain daging ayam ras, cabai merah, kacang panjang dan semangka. 

Sementara, komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di ibukota Kabupaten Tabalong itu antara lain kangkung, sawi hijau, ikan kembung, bayam dan emas perhiasan.

Badan Pusat Statistik juga mencatat, 
12 dari 82 kota menghitung indeks harga konsumen mengalami inflasi dan 70 kota deflasi. Inflasi tertinggi Kota Meulaboh 0,91bpersen dan terendah Kota Palopo 0,02 persen.

Baca juga: Dolar AS menguat
Baca juga: Rokok dan tarif RS andil tertinggi inflasi di Kalsel
Baca juga: Wabup hadiri Rakornas pengendalian inflasi
Baca juga: Rakor TPID se-Kalimantan

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019