Tim Penggerak PKK Tapin bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Tapin melakukan studi banding ke Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur.

Dalam kunjungannya tersebut, rombongan disambut Kepala Bidang PPA yang juga merangkap sebagai Sekretaris PKK Sidoarjo Lala Koestjandawati.

Lala Koestjandawati mengungkapkan bahwa UPDT P2TP2A Sidoarjo awalnya dibentuk atas prakarsa serta sinergi bersama antara pemerintah dengan sejumlah LSM dan kalangan masyarakat peduli perempuan.

"Dibentuknya UPDT P2TP2A ini dilandasi oleh banyaknya peristiwa negatif terhadap perempuan dan anak di kota ini," ujarnya.

Dijelaskannya sebelum ada lembaga yang awalnya Perlindungan Perempuan dan Anak (PAPA) menjadi P2TP2A ini banyak ditemukan ketidakadilan terhadap perempuan dan anak.

"Dengan P2TP2A ini kami ingin mengupayakan pembangunan yang berkeadilan dalam rangka penegakan hak asasi manusia (HAM) bagi perempuan dan anak di Kabupaten Sidoarjo. Kami juga ingin mewujudkan pemberdayaan perempuan dan anak berdasarkan prinsip-prinsip HAM dan terbebasnya masyarakat dari berbagai tindakan kekerasan pada berbagai aspek kehidupan," ucapnya.

Ketua TP PKK Tapin Ratna Ellyani mengungkapkan bahwa Kabupaten Sidoarjo tahun ini menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat madya ke kategori Nindya. "Penghargaan ini sebagai bukti komitmen Pemkab Sidoarjo.. Oleh sebab itulah, kita sangat perlu belajar agar bisa kita terapkan di Tapin," ujarnya.

Ratna berharap apa-apa yang didapat dalam pembelajaran mengenai P2TP2A di Kabupaten Sidoarjo bisa diterapkan di Tapin. "Tentu setiap melakukan kunjungan untuk banding dan pembelajaran, bisa kita implementasikan di daerah," harap Ketua PKK.

 

Pewarta: Muhammad Husien Asyari

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019