Banjarmasin (ANTARA) - Dandim 1008/Tanjung Letkol Arm Edy Susanto mengatakan pihaknya kini berupaya mengoptimalkan deteksi dini pengamanan Pemilu dengan proaktif dalam mengatasi setiap persoalan yang terjadi di masyarakat.

Hal itu disampaikan Edy saat  mengikuti apel pergeseran pasukan dalam Operasi Mantap Brata Intan 2019 di halaman Pendopo Bersinar Tanjung, Senin.

"Pegang teguh rantai komando jika ada kejadian di lapangan, serta optimalkan deteksi dini untuk meminimalkan masalah," jelas Edy saat menjadi inspektur upacara pada apel pergeseran pasukan.

Dia juga meminta personel, bisa mewujudkan sinergitas dan soliditas TNI-Polri sebagai perekat dalam menjaga tugas pengamanan yang maksimal.

Hal senada juga disampaikan Kapolres AKBP Hardiono yang mengatakan, dengan mengetahui persoalan yang terjadi di masyarakat lebih awal, maka penanganan masalah juga bisa dilakukan dengan lebih cepat.

"Kenali lokasi tugas masing-masing, baik itu aparat desa maupun petugas TPS nya untuk memudahkan koordinasi," jelas orang nomor satu dijajaran Polres Tabalong.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani mengatakan, pelaksanaan pencoblosan pada Pemilu 17 April 2019 akan memakan waktu lebih lama, karena jumlah surat suara lebih banyak dibanding Pemilu sebelumnya.

Menurut Anang, berdasarkan simulasi pencoblosan yang dia ikuti bebeerapa waktu lalu, pelipatan surat suara, menjadi proses pelaksanaan pencoblosan yang paling lama.

"Saya berharap pelaksanaan Pemilu bisa berjalan lancar meski diperkirakan proses pencoblosan lebih lama," katanya.

Anang berharap, masyarakat bisa berperan aktif dalam menciptakan situasi kondusif ,serta melaporkan jika ada ditemukan praktik politik uang. ***2***

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026