Saat itu dokter yang merawat langsung merekomendasikan saya menggunakan kartu JKN-KIS, karena ia bilang biaya berobat ibu saya lumayan besar,
Banjarmasin (ANTARA) - Kesehatan keluarga merupakan bagian terpenting dalam hidup kita. Dapat berkumpul bersama keluarga melepas penat setelah melalui aktivitas seharian pastinya menjadi pilihan utama setiap orang.

Namun hal tersebut sempat tidak dialami oleh Abdurrohim setelah mengetahui ibunya telah didiagnosa oleh dokter mengalami kanker payudara.

Abdurrohim merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang berasal dari Kota Banjarmasin.

Abdurrohim sendiri telah merasakan manfaat Program JKN-KIS ini untuk berobat ibunya.“Waktu itu saat saya pulang ke rumah setelah kerja, ibu saya mengeluh kepada saya bahwa dadanya sakit. Tidak ambil pusing saya langsung bawa orang tua saya ke rumah sakit," katanya mengawali ceritanya, 

Menurut Rohim. dia sangat terkejut, ketika mengetahui ibunya mengidap penyakit kanker payudara dan harus segera dilakukan operasi.

Dia menceritakan saat berobat, dokter yang merawat ibunya menganjurkan untuk menggunakan kartu JKN-KIS, karena  biaya yang diperlukan untuk operasi hingga perawatan pasca operasi terbilang cukup besar.

 Abdurrohim saat itu langsung mengikuti saran dokter tersebut dan segera bergerak untuk mengurus administrasi yang diperlukan.

"Saat itu dokter yang merawat langsung merekomendasikan saya menggunakan kartu JKN-KIS, karena ia bilang biaya berobat ibu saya lumayan besar," katanya.

Karena sebelumnya belum pernah menggunakan JKN-KIS,  Rohim awalnya ragu. Tapi karena dokter yang merekomendasikan, akhirnya dia pun  berobat menggunakan kartu JKN-KIS ini.

Abdurrohim berterima kasih kepada Program JKN-KIS karena seluruh biaya operasi ibunya dijamin sehingga beliau tidak perlu memikiran biaya yang pastinya tidaklah sedikit.

Dia  juga menegaskan bahwa pelayanan yang diterimanya sangatlah memuaskan, tidak ada diskriminasi antara pasien peserta JKN-KIS dengan pasien umum saat menerima pelayanan di fasilitas kesehatan.

Bahkan fasilitas kesehatan tersebut yang menawarkan kepadanya untuk berobat menggunakan JKN-KIS. Hingga saat ini beliau pun masih memanfaatkan Program JKN-KIS untuk keperluan kemoterapi dan obat hormon yang diperlukan ibunya untuk perawatan paska operasi.

"Tidak ada alasan lagi untuk tidak menjadi peserta JKN-KIS. Program ini benar-benar sangat membantu, salah satunya saya yang sudah pernah mengalami menggunakannya," katanya.

Mungkin di luar sana orang-orang yang belum mendaftar karena belum tau dan mengalami sendiri manfaat sebenarnya program ini. Padahal tidak harus menggunakannya agar kartu JKN-KIS ini berguna.

"Karena dengan kita menjadi peserta JKN-KIS kita bisa membantu sesama kita yang sedang kesusahan di luar sana.”ujar Abdurrohim.

Abdurrohim juga menyampaikan harapannya agar masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS untuk bisa segera mendaftar.

“Semoga masyarakat bisa semakin sadar untuk segera mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN-KIS. Jangan menunggu sakit atau saat diperlukan saja baru mendaftar, bahkan saya masih sering melihat kebiasaan masyarakat yang mendaftar hanya untuk berobat saja. Setelah selesai berobat mereka tidak bayar iuran lagi. Mari kita bersama-sama membantu sesama kita melalui Program JKN-KIS ini.” tutup Abdurrohim. Rilis Humas BPJS
 

Pewarta: ,
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026