Menurut Kepala Bidang Peternakan, Dinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Perikanan dan Peternakan (PTPHPP) Kabupaten Balangan, Tuhalus di Paringin, ibu kota Balangan, Senin, stok hewan sapi yang tersedia saat ini masih kurang.
"Karena itulah, untuk mencukupinya kita masih harus memasok dari luar daerah, khususnya dari Kabupaten Tanah Laut," ujarnya.
Mengacu pada kebutuhan hewan sapi untuk keperluan ibadah qurban tahun sebelumnya maka stok yang ada sekarang baru sekitar 50 persen.
Ia mengatakan, saat ini baru tersedia 180 ekor hewan sapi sedangkan kebutuhan untuk perayaan ibadah qurban diperkirakan sekitar 350 ekor.
"Mengingat perayaan ibadah qurban masih sekitar tiga minggu lagi, kita optimis akan dapat memenuhi kebutuhan hewan sapi yang diperlukan," katanya.
Saat ini, setiap satu minggu sekali dilakukan penambahan jumlah stok hewan sapi dari Kabupaten Tanah Laut minimal 20 ekor untuk satu orang peternak dan rumah jagal.
Ia menambahkan, untuk jenis hewan qurban lainnya seperti kambing dan kerbau saat ini sudah mencukupi dengan jumlah stok yang ada sebanyak 60 ekor kambing dan 30 ekor kerbau.
"Kebutuhan hewan kambing dan kerbau untuk keperluan ibadah qurban setiap tahunnya tidak terlalu banyak sehingga untuk pemenuhannya tidak perlu mendatangkan dari luar daerah," tambahnya.
Harga hewan sapi sendiri saat ini berada di kisaran Rp120 ribu perkilogram daging sehingga untuk yang berukuran berat 100 kg harganya bisa mencapai Rp12 juta.
Diperkirakan satu minggu menjelang perayaan ibadah qurban akan terjadi kenaikan harga hewan sapi antara 5 persen hingga 10 persen.C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.