Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan, "cangkal bacari kada musti sugih" (gigih berusaha tidak mesti kaya).
"Oleh karena itu, aku tidak sependapat kalau ada yang berpendapat seseorang sugih sebab cangkal bacari. Memang cangkal salah satu syarat untuk bisa sugih, dan kewajiban kita berusaha," kata Guru Saiful dalam tausyiahnya sesudah shalat Subuh, Selasa.
Guru Saiful menyatakan itu dalam kajian rutin "Sifat 20" atau tarekat "Asy'ariyah" oleh Abu Hasan Al Asy'ari (Imam Asy'ari) , seorang ahli tarekat terkenal dunia Islam seperti di Indonesia.
Ia menegaskan, bahwa manusia sebagai hamba Nya wajib berusaha, namun semua hasil usaha terpulang pada Qudrat dan Iradat Allah SWT Yang Mahaberkuasa serta Mahaberkendak.
Baca juga: Guru Saiful ingatkan kaum Muslim jangan "manguya" orang sudah mati
"Kekuasaan dan kehendak manusia sebagai hamba Nya jauh berbeda atau tidak sama dengan Kemahakuasaan serta Kemahaberkehendak Allah SWT selaku pencipta," ujar Guru Saiful yang pernah mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin Pemangkih (153 km utara Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel itu.
Sebelum mengakhiri tausyiah, Guru Saiful mengajak kaum Muslim, terutama jamaah Masjid Assa'adah mendo'akan jamaah haji asal Banua khususnya semoga tetap sehat serta selamat sampai ke kampung halaman bertemu keluarga dan handai taulan.
"Selain itu, yang tidak kalah penting kita dilakukan semoga jamaah yang pulang dari melaksanakan ibadah haji mendapatkan gelar haji mabrur," demikian Guru H Saiful Anshari.
Baca juga: Guru Saiful ungkap asal usul ibadah qurban
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.