Banjarmasin (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan menggelar Exercise International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code (Latihan keselamatan maritim yang diwajibkan oleh fasilitas pelabuhan dan kapal) 2026 di Banjarmasin.
Menururt keterangan tertulis yang diterima Sabtu, kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat ketahanan operasional dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman keamanan di lingkungan pelabuhan.
Tahun ini, Exercise ISPS Code mengangkat tema yang sangat relevan dengan ancaman digital masa kini, yakni penanganan gangguan keamanan berupa penumpukan antrean truk kontainer.
Baca juga: Terminal Petikemas Banjarmasin perkuat operasional tambah 4 E-RTG
Gangguan ini diskenariokan terjadi akibat terganggunya sistem elektronik layanan pelabuhan yang disebabkan oleh serangan siber (ransomware) di Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin.
Skenario latihan ini disusun dengan mengacu pada standar internasional, yakni ketentuan ISPS Code Part A dan Part B, serta Port Facility Security Plan (PFSP).
Dalam pelaksanaannya, skenario dimulai dari terindikasinya gangguan pada sistem perencanaan dan gate operation. Gangguan ini memicu antrean panjang truk kontainer di area terminal, yang kemudian menuntut respons terpadu dari berbagai divisi. Para peserta diuji dalam hal efektivitas koordinasi, komunikasi, hingga pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Baca juga: Pelindo berbagi qurban, salurkan 19 Sapi dan 13 Kambing di Banjarmasin
Kegiatan ini melibatkan tim Recognized Security Organization (RSO) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL), serta tim internal TPK Banjarmasin yang terdiri atas personel keamanan, operasional, teknologi informasi, dan tim Business Continuity Management System (BCMS).
Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan pelaksanaan Exercise ISPS Code 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan operasional dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang, termasuk risiko serangan siber terhadap sistem layanan pelabuhan.
“Melalui Exercise ISPS Code ini, kami menguji kesiapan personel, efektivitas prosedur, serta memperkuat sinergi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan kepada pengguna jasa tetap berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Sirin.
Baca juga: Pelindo pastikan kesiapan layanan arus mudik lebaran 2026 di Banjarmasin
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan (P3) KSOP Kelas I Banjarmasin, Andi Agussalam, menilai kegiatan ini sebagai instrumen penting untuk merespons dinamika ancaman yang ada.
“Dengan kesiapsiagaan yang terbangun melalui latihan secara berkala, diharapkan penanganan insiden dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga kelancaran operasional dan arus logistik tetap terjaga,” ujar Andi.
Pelaksanaan Exercise ISPS Code 2026 ini menjadi wujud komitmen bersama antara Ditjen Hubla, aparat keamanan, dan operator pelabuhan dalam memperkuat budaya keamanan maritim.
Melalui latihan berkala ini, diharapkan ketangguhan sistem pelabuhan nasional di era digital dapat terus meningkat, sehingga kelancaran arus logistik nasional tetap terjamin dari segala bentuk ancaman. sehingga keamanan fasilitas pelabuhan serta kelancaran arus logistik dapat terus terjaga
Pewarta: Latif ThohirEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.