Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan bertekad membangun sejumlah jembatan berdisain melengkung guna mendukung keinginan kota setempat sebagai kota wisata air di Indonesia.
"Dengan jembatan melengkung maka lalu-lintas air bisa melintas di bawah jembatan sehingga perahu wisata bisa lalu-lalang," kata Kepala Dinas Bina Marga Bina Marga Banjarmasin, M Amin kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa.
Ia mengakui di Banjarmasin terdapat sekitar 400 buah jembatan sebagian besar masih berupa jembatan kayu yang harus diganti dengan jembatan beton.
Dalam pergantian tersebut nantinya jembatan tersebut akan dibangun secara melengkung, terutama jika jembatan tersebut berada di atas sungai yang agak lebar yang bisa dilalui lalu-lintas angkutan sungai.
"Bila sungai yang dilalui jembatan tersebut cukup besar dan masih berfungsi sebagai sarana angkutan sungai maka jembatan yang dibangun harus melengkung," tuturnya.
Ia mencontohkan ada beberapa jembatan yang sudah dibuat secara melengkung dalam upaya mendukung kepariwisataan sungai tersebut, seperti jembatan Rawasari atau Jembatan Mantuil.
Berdasarkan catatan di Banjarmasin terdapat 74 sungai dan sebagian dari sungai tersebut masih berfungsi sebagai sarana lalu-lintas air, seperti perahu kecil (jukung), klotok, speedboat, atau bis air.
Menurutnya Pemkot Banjarmasin berkomitmen membangun kepariwsataan sungai untuk memajukan kota ini.
Masalahnya Banjarmasin minim sumberdaya alam dengan kekayaannya hanyalah sungai dimana luas kota yang 98 kilometer persegi ini dibelah oleh banyak sungai.
Karena sungai mendominasi wilayah kota ini maka Pemkot Banjarmasin memanfaatkan potensi yang dimililki dengan membangun sektor sungai untuk penggerak ekonomi masyarakat, ujarnya.
Salah satu yang dinilai berpotensi terbesar meningkatkan ekonomi tersebut adalah membangun sektor pariwisata, apalagi belakangan sektor wisata sungai kian diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
 Melihat kenyataan tersebut Pemkot ke depannya akan terus membenahi berbagai objek sungai termasuk jembatan, dermaga, dan objek wisata sungai seperti pasar terapung/D/D.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.