Kabid Peternakan Distankanhut Banjarbaru Rosita, Minggu mengatakan, bakso daging yang ditebar ditempat sampah tersebut adalah bakso daging yang didalamnya diberi racun mematikan jenis Strichine.
Hewan atau anjing yang dimusnahkan tersebut kata dia, adalah hewan yang memiliki potensi besar menularkan penyakit berbahaya dan cukup mematikan seperti rabies.
"Jumlah anjing liar yang dimusnahkan pada 2010 melampaui target yakni dari target 85 ekor tercapai 100 ekor," katanya.
Sedangkan anjing yang mati diracun dan pada 2011 ditargetkan mampu mematikan 100 ekor anjing liar.
Selain itu, kata Rosita, pihaknya juga akan melakukan pemberian vaksin anti penyakit rabies terhadap 600 ekor anjing maupun hewan peliharaan lainnya yang mampu menularkan penyakit rabies.
"Pada 2011 kami akan berikan vaksin anti rabies kepada anjing dan hewan peliharaan lain seperti kucing dan kera," ujar Kabid Peternakan Distankanhut Banjarbaru Rosita, Minggu.
Menurut dia, target pemberian vaksinasi rabies itu lebih banyak dibanding 2009 dan 2010 yang hanya sebanyak 100 ekor dan 2010 sebanyak 350 ekor.
Dijelaskan, peningkatan jumlah pemberian vaksinasi rabies itu seiring dengan semakin berkembangnya populasi jumlah hewan peliharaan masyarakat.
Ia mengatakan, pemberian vaksin anti rabies itu merupakan cara efektif mencegah penularan penyakit rabies yang dibawa hewan peliharaan baik anjing, kucing maupun kera melalui gigitan dan air liurnya.
"Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar memberikan vaksinasi sehingga hewan-hewannya bebas penyakit rabies," kata Rosita.(yos)
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.