"Kami siap mewujudkan Kota Banjarbaru bebas penyakit rabies sekaligus mendukung program nasional bebas rabies pada 2014," ujar Kepala Bidang Peternakan Distankanhut Banjarbaru, Rosita di Banjarbaru, Senin.
Menurut dia, pihaknya sudah mempersiapkan langkah mendukung program bebas rabies yakni pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan yang berpotensi menjadi media penularan penyakit berbahaya tersebut.
Disebutkan, vaksinasi diarahkan kepada hewan peliharaan milik masyarakat baik anjing, kucing maupun monyet sehingga potensi penularan bisa ditekan.
"Jumlah hewan yang divaksin selalu meningkat setiap tahun 2009 target vaksinasi 100 ekor lalu meningkat menjadi 350 ekor pada 2010 dan meningkat 600 ekor pada 2011," ungkapnya.
Dikatakan, selain vaksinasi, pihaknya juga siap melaksanakan program pemusnahan atau eliminasi anjing liar yang memiliki potensi besar menularkan penyakit rabies melalui gigitan dan air liur.
Program eliminasi dilakukan menggunakan bakso daging yang ditebar di tempat-tempat sampah maupun tempat lain yang banyak didatangi anjing liar dan di dalamnya diberi racun mematikan jenis Strichine.
Program eliminasi menggunakan bakso daging berisi racun cukup berhasil mengurangi jumlah populasi anjing liar sehingga program itu dilanjutkan pada 2011.
"Jumlah anjing liar yang dimusnahkan pada 2010 melampaui target yakni dari 85 ekor tercapai 100 ekor anjing yang mati diracun dan 2011 ditargetkan mampu mematikan 100 ekor anjing liar," ujar dia.
Ditambahkan, pihaknya mengharapkan dukungan dana Pemkot Banjarbaru sehingga program bebas rabies 2014 yang dicanangkan secara nasional dapat diwujudkan.
"Harapan kami Pemkot menambah dana yang disiapkan untuk mendukung program bebas rabies sehingga sejumlah program yang disiapkan mampu mencapai target yang direncanakan," kata dia.
Ditekankan, selain tambahan dana pihaknya juga mengharapkan ketersediaan fasilitas pendukung berupa kendaraan operasional baik roda dua maupun roda empat sehingga pencapaian target bisa maksimal.
"Saat ini kendaraan operasional yang dimiliki hanya tiga sepeda motor sementara kendaraan roda empat belum tersedia dan fasilitas pendukung itu diharapkan bisa dimiliki," katanya.*3*
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.