Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan tempat hiburan malam sebagai sasaran kegiatan sosialisasi dengan harapan mampu menekan angka penularan HIV/AIDS.
        
Kepala Bidang Pengelolaan Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Mursalim di Banjarmasin, Senin menuturkan, sosialisasi HIV/AIDS dilakukan untuk menekan angka penularan virus mematikan itu dilingkungan masyarakat.
        
Saat ini sosialisasi penyakit menular HIV/AIDS dilakukan di tempat hiburan malam (THM) Blue Atlantik Banjarmasin karena THM juga menjadi salah satu faktor yang diduga tempat penularan HIV/AIDS.
        
Dalam sosialisasi yang dilakukan dinas kesehatan Kalsel itu dihadiri para pemandu lagu atau sering disebut ladies dan diikuti para karyawan THM Blue Atlantik yang mana acara tersebut dilaksanakan mulai pukul 15.30 - 16.30 Wita di Ballroom THM Blue Atlantik.
        
Menurut Mursalim, penyuluhan HIV/AIDS dilakukan agar para pemandu lagu yang berada di THM Blue Atlantik mengetahui serta mengerti bagaimana cara mencegah dan menghindari bahaya penyakit yang bisa menyerang daya tahan tubuh hingga berujung pada kematian.
        
Berdasarkan data 2010 ada lebih kurang 201 orang yang terinfeksi virus HIV/AIDS di wilayah Kalsel diantaranya 63 orang positif AIDS dan 138 orang yang terinfeksi virus HIV dan tujuh orang anak meninggal akibat HIV/AIDS.
        
Bukan itu saja untuk Kalsel penularan virus HIV paling banyak terjadi di wilayah kabupaten Tanah Bumbu sedangkan AIDS paling banyak penularannya terjadi di Kota Banjarmasin.
        
Dengan makin tingginya penularan virus HIV/AIDS di Kalsel maka dinas kesehatan Kalsel melakukan sosialisasi ketempat-tempat hiburan malam salah satunya THM Blue Atlantik dengan memeriksa darah para gadis pemandu lagu serta membagikan alat kotrasepsi seperti kondom.
        
"Kita melakukan penyuluhan berguna untuk mencegah lebih meningkatnya penularan HIV/AIDS dan kami akan mendatangi setiap THM di Banjarmasin," ucapnya.
        
Manajemen THM Blue Atlantik menyambut baik adanya penyuluhan terkait penyakit HIV/AIDS untuk para ladies dan karyawan agar mereka tahu bagaimana cara mencegah dan menghindari virus tersebut, ucap Manajer Umum Blue Atlantik Syarahrudin.
        
Lanjut Didin sapaan akrabnya dia berharap penyuluhan HIV/AIDS lebih sering serta rutin dilakukan untuk mencegah meningkatnya penularan virus mematikan itu.
        
Selain itu dengan adanya penyuluhan masyarakat terutama para gadis pemandu lagu yang sebelumnya tidak mengetahui menjadi tahu dan mereka nanti dalam bekerja menemani tamu bisa berhati-hati, terangnya.
        
Sementara itu salah seorang gadis pemandu lagu di Blue Atlantik, Ghea menuturkan, dia senang adanya penyuluhan HIV/AIDS dilingkungan tempat dia bekerja sehingga ke depan dia dan teman-teman seprofesi bisa lebih berhati-hati dalam bekerja terutama menemani para tamu.*1*


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026