Batulicin (ANTARA) - Tim dosen pengabdian masyarakat dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Provinsi Kalimantan Selatan, mendorong dan melatih kelompok wanita tani (KWT) di Kelurahan Sungai Andai Kota Banjarmasin mengembangkan tanaman organik di lahan basah menggunakan metode "raised bed" yang berkelanjutan.
Ketua Tim Dosen Mengabdi ULM Banjarmasin Kalimantan Selatan, Khairussalam, di Batulicin, Kamis mengatakan bahwa metode raised bed menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi permasalahan drainase dan aerasi pada lahan basah yang ada di wilayah tersebut.
"Ini adalah teknologi sederhana namun tepat guna, masyarakat dapat memanfaatkan lahan basah lebih produktif dan berkelanjutan," katanya.
Dia menyampaikan, para srikandi tani di Kelurahan Sungai Andai dilatih cara membuat bedengan tinggi berbahan lokal, pengolahan media tanam berbasis bahan organik, teknik pengapuran untuk meningkatkan pH tanah, hingga pendampingan budidaya sayuran organik bernilai ekonomi.
Berbagai materi dan praktik diberikan kepada peserta dan hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola lahan pekarangan menjadi area budidaya sayuran organik produktif.
"Selain memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan hasil tanaman, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga serta pemberdayaan ekonomi perempuan di lingkungan masyarakat perkotaan," jelasnya.
Ketua KWT Kampung Anggur Puma Tiga, Endah Sulistiorini, mengaku antusias dengan adanya pendampingan dari dosen ULM. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi anggota kelompok untuk mengembangkan pertanian organik di kawasan pemukiman lahan basah.
"Program PDWA ini juga terintegrasi dengan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai laboratorium sosial pembelajaran berbasis masyarakat, sehingga mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat dan penerapan ilmu pengetahuan di lapangan," tutup Endah.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026