Jakarta (ANTARA) - Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga berharap kericuhan suporter usai pertandingan play-off Pegadaian Championship antara Persipura melawan Adhyaksa FC Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (8/5) jadi yang terakhir.
"Kami harap (kericuhan) ini terakhirlah jangan ada yang merugikan semua, sepak bola kita merugikan semua, ini kan FIFA juga pasti memantau lagi...gimana mau dipercaya FIFA kalau kita ada hal-hal seperti itu," kata Arya Sinulingga kepada pewarta di Jakarta, Senin.
Kericuhan pecah setelah Persipura menderita kekalahan 0-1 dari Adhyaksa, yang membuat tuan rumah gagal promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kekalahan itu menyulut emosi para suporter tuan rumah yang turun dari tribun stadion dan merangsek masuk ke dalam lapangan hingga memicu kericuhan yang menjalar di komplek Stadion Lukas Enembe.
"Kami selalu himbau, sedih juga kok bisa sampai rusuh, kita bilang selalu suporter menjaga, kita enggak mau away salah satunya itu... kecewa oke tapi jangan sampai membuat kerusuhan seperti itu, enggak sehat sepak bolanya," kata Arya.
Sebelumnya PSSI menyatakan akan mengambil langkah tegas atas insiden tersebut, mengingat saat ini sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan ketat oleh FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 135 nyawa pada 1 Oktober 2022.
Atas insiden tersebut dilaporkan bahwa polisi telah menangkap 14 orang yang diduga terkait dengan kerusuhan.
Dampak dari kerusuhan ini total sebanyak 25 kendaraan dibakar dan dirusak serta 27 kendaraan motor dinyatakan hilang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PSSI berharap kericuhan usai Persipura vs Adhyaksa jadi yang terakhir
Pewarta: Fajar SatriyoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026