Barabai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) menyambut Tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (Dirjen Paud Dikdas dan PNFI) melakukan verifikasi dan validasi lapangan (Verval) usulan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di wilayahnya. 

"Kami menyambut baik Tim Kemdikdasmen dalam melakukan verifikasi dan validasi lapangan usulan Sekolah Nasional Terintegrasi di HST ini," kata Sekretaris Daerah (Sekda) HST Muhammad Yani di Barabai, Rabu. 

Yani menerangkan, Pemkab HST sendiri mengusulkan skenario pembangunan baru Sekolah Nasional Terintegrasi di kawasan Desa Banua Jingah dan skenario Konsolidasi Sekolah Eksisting.  

Pihaknya juga berkomitmen untuk mempersiapkan lahan tambahan untuk kebutuhan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten HST. 

"Tentu kami berkomitmen mempersiapkan lahannya. Kami berterimakasih kepada Kemdikdasmen yang sudah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten HST," ujarnya. 

Baca juga: Kejari HST soroti praktik pinjam bendera pengadaan barang dan jasa

Terlebih lagi, saat ini di Provinsi Kalsel hanya dua Kabupaten yang dilakukan verifikasi dan validasi calon sasaran Sekolah Nasional Terintegrasi tahap 1 tahun 2026, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Barito Kuala.

Sementara itu, Tim Verval Dirjen Paud Dikdas dan PNFI Kemdikdasmen Minhajul Ngabidin dalam paparannya menjelaskan, pada tahun 2026 Sekolah Nasional Terintegrasi ditargetkan terbangun 100 sekolah dengan rincian 50 sekolah bangunan baru, dan 50 upgrading sekolah exsisting.

"Lokasi yang diusulkan Pemkab HST sangat strategis, lahannya memadai, tidak ada kendala, tidak ada potensi risiko longsor dan sebagainya, akses juga tergolong mudah. Tapi ada beberapa catatan, khususnya terkait luasan lahan," ujarnya usai FGD lintas Sektor di Aula Yuda Lalana Disdik HST. 

Lahan yang diusulkan Pemkab HST luasnya 7 hektar, sehingga pihaknya mendorong penambahan luasan hingga 20 hektar sebagaimana syarat yang ditetapkan untuk pembangunan baru Sekolah Nasional Terintegrasi.

"Hasil verifikasi kami skor sudah mencapai 70, artinya tinggal mendorong beberapa catatan dari kami hingga lolos untuk Kabupaten HST dibangun Sekolah Nasional Terintegrasi di tahun pertama," ungkapnya

Minhajul Ngabidin menjelaskan, usai tahapan verifikasi lapangan pihaknya akan melakukan pembahasan di tingkat Kementerian yang juga akan dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.

Baca juga: Kejari HST geledah empat tempat terkait dugaan tipikor alkes tahun 2022

"Target penetapannya sekitar akhir Juli 2026. Setelahnya akan dilanjutkan dengan perencanaan dan pembangunan di tahun yang sama," jelasnya

Dalam data paparan Direktorat Sekolah Dasar hanya terdapat 125 usulan Pemda se-Indonesia di tahun 2026, sedangkan terdapat 100 target pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun 2026 ini.



Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026