Alhamdulillah, sebelum kepemimpinan saya, tim penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting sudah terbentuk dan berjalan.

Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, meraih peringkat terbaik pertama kategori penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting tingkat kabupaten pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Bupati Tapin H Yamani mengatakan, capaian peringkat terbaik pertama ini merupakan hasil kerja berkelanjutan lintas pemerintahan dan konsistensi pelaksanaan program di daerah.

“Alhamdulillah, sebelum kepemimpinan saya, tim penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting sudah terbentuk dan berjalan. Saya hanya melanjutkan, menjaga, dan memastikan program itu tetap konsisten,” ujarnya saat dikonfirmasi di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.

Menurut Yamani, keberhasilan tersebut ditopang kesinambungan program, sinergi antarperangkat daerah, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai intervensi yang dijalankan pemerintah.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, penghargaan itu sekaligus menjadi indikator efektivitas kebijakan berbasis kesejahteraan yang diterapkan Pemkab Tapin, terutama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan prevalensi stunting melalui pendekatan terpadu lintas sektor.

“Program penanggulangan kemiskinan dan stunting kami jalankan secara terintegrasi, mulai dari bantuan sosial hingga edukasi kesehatan masyarakat,” katanya menambahkan.

Yamani menyebutkan, Pemerintah pusat memberikan dukungan berupa bantuan senilai Rp3 miliar, trofi, dan plakat penghargaan untuk memperkuat program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting di daerah.

Upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Tapin, kata dia, dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan akses layanan dasar.

"Sementara penurunan stunting difokuskan pada perbaikan gizi ibu dan anak, penguatan layanan kesehatan, dan edukasi pola hidup sehat," tambah Yamani.

Baca juga: Tapin kirim 233 pejabat ikuti retret IPDN Jatinangor

Yamani mengungkapkan, Keberhasilan tersebut menempatkan Tapin sebagai salah satu daerah dengan kinerja intervensi sosial yang terukur di Kalimantan.

"Capaian ini memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung target nasional menuju penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting," ucapnya.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026