Barabai (ANTARA) - Federasi Olahraga Domino (ORADO) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus mendorong profesionalisme dan sportivitas dalam setiap pertandingan.
"Lewat aturan resmi bertajuk The Law of Domino 101 ORADO, standar permainan domino kini semakin diperjelas, termasuk terkait jenis pelanggaran dan sanksinya," kata Ketua ORADO HST Ahmad Riduan di Barabai, Sabtu.
Riduan menerangkan bahwa penerapan aturan ini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas kompetisi domino agar berjalan adil dan terukur.
“Peraturan ini dibuat untuk memastikan setiap pertandingan berlangsung sportif. Pemain tidak hanya dituntut cerdas dalam strategi, tapi juga disiplin dalam mematuhi aturan,” ujarnya.
Dalam aturan tersebut, pelanggaran dibagi menjadi dua kategori, yakni pelanggaran ringan dan pelanggaran berat.
Pelanggaran ringan mencakup tindakan seperti menyentuh atau mengatur batu tanpa alasan, membuat suara yang mengganggu, posisi tangan yang tidak sesuai, hingga upaya intimidasi terhadap lawan.
“Untuk pelanggaran ringan, sanksinya berupa peringatan. Namun jika berulang, akan berdampak pada perolehan poin lawan,” jelasnya.
Sementara itu, pelanggaran berat dinilai lebih merugikan jalannya pertandingan, beberapa di antaranya seperti melakukan pass palsu, menggunakan kode atau isyarat ilegal, hingga membuka atau menjatuhkan batu sehingga terlihat oleh lawan.
“Pelanggaran berat ini bisa langsung memengaruhi hasil pertandingan. Bahkan dalam kondisi tertentu, lawan bisa langsung menang atau mendapatkan poin besar,” tegasnya.
Riduan menambahkan, aturan ini juga mengatur konsekuensi akumulasi pelanggaran, di mana setiap pelanggaran tertentu dapat memberikan tambahan poin bagi lawan, bahkan berujung kekalahan dalam satu set.
Dengan adanya regulasi yang jelas ini, ORADO HST berharap olahraga domino semakin berkembang sebagai cabang olahraga yang kompetitif dan menjunjung tinggi fair play.
“Kami ingin domino tidak lagi dipandang sebelah mata, tapi menjadi olahraga yang profesional dengan aturan yang jelas dan bisa dipertandingkan secara luas,” tutupnya.
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026