Batulicin (ANTARA) - Warga Desa Kupang Berkah Jaya Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, Umi Halimah (33) mengeluhkan terhadap mahalnya beberapa harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Ampera Kecamatan Simpang Empat.

"Sejak H-3 lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M, beberapa harga sayur mayur dan kebutuhan pokok lain di pasar tersebut naik hingga 33 persen," kata Umi Halimah, di Batulicin Ahad.

Sebelumnya, harga cabai rawit Rp90 ribu/kg kini jadi Rp120 ribu/kg atau naik 33 persen, harga tomat Rp20 ribu/kg kini naik 25 persen jadi Rp25 ribu/kg, labu siam Rp14 ribu/kg  jadi Rp16 ribu/kg atau 15 persen.

Dia mengakui, kondisi ini membuat banyak rumah tangga khususnya kelompok berpendapatan rendah dan menengah memaksa untuk lebih cermat berhitung dalam mengatur pengeluaran.

"Sebelum terjadi kenaikan harga, belanja cabai 50 ribu cukup untuk dua pekan, kini belanja dengan nilai yang sama tidak cukup untuk satu pekan," katanya.

Menurut dia, jika harga kebutuhan pokok terus mahal akan berpengaruh terhadap menurunnya daya beli masyarakat, memaksa pengurangan konsumsi, dan meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga.

Hal ini juga berpotensi memicu inflasi, meningkatkan risiko kemiskinan dan gizi buruk (stunting), serta berpotensi menimbulkan ketegangan sosial.

Baca juga: Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel ajak ASN terapkan hidup sehat

"Kami berharap ada upaya dari pemerintah untuk mengurai hal ini untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok semakin mahal," harap Umi Halimah.



Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026