Kepala Bidang Peternakan, Dishutnakan setempat, Fatoni Zulkarnaen di Barabai, Jumat mengatakan, pengembangan potensi jerami itu diawali dengan melakukan sosialisasi pengenalan jerami sebagai alternatif pakan ternak.
"Hulu Sungai Tengah memiliki potensi ketersediaan jerami yang berlimpah namun belum diolah dengan baik sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara terus-menerus," ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka penerapan hasil penelitian teknologi tepat guna yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalsel.
Beberapa daerah di Indonesia sudah memanfaatkan jerami sebagai pakan ternak karena berdasarkan penelitian memiliki serat kasar tinggi yang dibutuhkan sapi.
Secara fisik jerami memiliki tekstur yang masih utuh dan tidak rapuh serta lebih lemas dan renyah sehingga memudahkan saat dikonsumsi sapi.
"Yang menjadi kendala saat ini adalah pola pikir masyarakat yang masih terpaku pada rumput untuk kebutuhan pakan ternak sapi," katanya.
Pola pikir tersebut terbentuk karena di daerah itu masih memiliki luasan lahan pertanian, kehutanan dan perkebunan yang menjanjikan untuk ketersediaan rumput.
Karena itulah, para peternak cenderung sulit memanfaatkan jerami padi sebagai pakan ternak.
"Padahal jerami padi dapat menjadi salah satu kunci penyelamatan ternak saat terjadi musim paceklik," tambahnya.
Menurut dia, pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak sapi yang baik harus melalui proses permentasi sehingga baunya harum dengan warna kecoklatan dan tidak berjamur.
Proses permentasi dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk urea atau dengan mencampurkan kotoran sapi dengan jerami.
Proses permentasi yang harus dilakukan diperkirakan juga menjadi salah satu kendala dalam upaya mengenalkan pemanfaatan jerami sebagai pakan ternak sapi.
Saat ini di Hulu Sungai Tengah tercatat populasi ternak sapi 12.714 ekor dengan jumlah peternak sebanyak 4.290 orang.
Ia menambahkan, idealnya dengan ketersediaan rumput pada lahan yang ada memungkinkan untuk memiliki 30.000 ekor sapi.
"Melalui penggunaan jerami sebagai pakan ternak maka ke depan daerah itu akan mampu memiliki pupulasi sapi 60.000 ekor," demikian Fatoni Zulkarnaen.
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.