Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Balangan, Tuhalus di Paringin, Rabu mengatakan, kabupaten Balangan memiliki 33.000 hektare lahan potensial bagi pengembangan rumput sebagai makanan ternak.
Dari 33.000 hektare tersebut bila ditanami rumput sanggup memenuhi kebutuhan pakan untuk 45.000 ekor ternak sapi.
Luasan lahan potensial tersebut sebagian merupakan lahan konversi dari perkebunan kelapa sawit, persawahan dan padang rumput.
Persoalannya bukan hanya terbatas pada penanaman rumput saja tetapi meliputi pemeliharaan dan alat atau teknologi pengolahan.
"Kita telah mengupayakan berbagai kemudahan bagi investor untuk menanamkan modal disektor tersebut seperti kemudahan perizinan," katanya.
Namun hingga kini belum ada investor yang tertarik menanamkan modal padahal bila sektor itu dapat digarap serius maka kebutuhan pakan ternak akan berlebih.
Selain itu, tidak tertutup kemungkinan dapat memasok rumput sebagai pakan ternak ke luar daerah.
Untuk mensiasati kebutuhan pakan ternak diupayakan teknik silase atau mencampur rumput dengan jerami.
"Itupun juga memerlukan tekhnologi pengolahan. Solusi paling tepat guna dan bermanfaat sebenarnya adalah pengupayaan pengembangan potensi rumput dilahan yang ada," tambahnya.
Berdasarkan data Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Balangan, saat ini tercatat populasi terhak sapi berjumlah 7.202 ekor. Terdiri dari 5.802 ekor sapi jenis Bali dan 400 ekor sapi jenis Sintemental.
Dari jumlah populasi tersebut, Kabupaten Balangan mampu menghasilkan daging sapi segar sebanyak 1 juta kilogram pertahun.
Saat ini, untuk kebutuhan daging setiap tahunnya yang berjumlah 600 Kg sudah dapat dipenuhi dan bahkan dilampaui.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.