Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalsel, H Ahmad Rizani menyampaikan apresiasi terhadap Komisi X DPR RI yang menyerap aspirasi politeknik di provinsi setempat.
Poliban menjadi tuan rumah menerima kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI terkait sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dan standar satuan biaya operasional perguruan tinggi (SSBOPT), di kampus Poliban di Banjarmasin, Jumat.
Selain Poliban, ungkap Rizani, ada dua politeknik swasta yang hadir untuk menyampaikan aspirasi kepada legislatif di Senayan tersebut, yakni, Politeknik Tanah Laut dan Politeknik Hasnur.
Selain itu ada tiga universitas, yakni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB). Hadir pula LLDIKTI Wilayah 11 Kalimantan.
Baca juga: Komisi X DPR RI serap aspirasi terkait kebijakan SPMB dan SSBOPT di Kalsel
Menurut Rizani, aspirasi Poliban, begitu pula politeknik swasta, tidak hanya di Kalsel tapi juga beberapa politeknik yang berada di luar Pulau Jawa, saat ini daya serap tidak sesuai dengan kuota penerimaan mahasiswa baru.
"Artinya begini, jumlah kuota yang kita tetapkan, itu begitu daya tampung proses penerimaan baik tahap seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP) dan seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) belum memenuhi," ujarnya.
Rizani mengungkapkan indikasi turunnya minat siswa melanjutkan ke perguruan tinggi vokasi tersebut, kemungkinan karena pilihan program studi tidak ada sesuai minat mereka.
"Karena memang tidak semua program studi yang diminati calon-calon mahasiswa itu di pendidikan vokasi," paparnya.
Baca juga: ULM jamin biaya kuliah 6.000 mahasiswa lewat beasiswa
"Memang harus kita akui juga calon-calon mahasiswa itu lebih mengidolakan ingin masuk universitas, sebagai pilihan utama," paparnya.
Pada pertemuan dengan Komisi X DPR RI ini, pihaknya juga menyampaikan perihal standar satuan biaya operasional perguruan tinggi (SSBOPT), rata-rata perguruan tinggi di provinsi ini untuk biaya per semester dibagi enam kelompok.
"Itu di Poliban sendiri dari Rp500 ribu per semester, Rp1 juta hingga Rp4,9 juta per semester," ucapnya.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026