Pelaihari (ANTARA) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut, Kalimantan Selatan Kusri melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Bornea Retno Mahalayati mengatakan, hingga saat ini di Tanah Laut telah berdiri sepuluh kios pangan.
"10 Kios Pangan ini merupakan binaan DKPP dan keberadaannya tersebar di wilayah Kabupaten Tanah Laut," ujar Bornea Retno Mahalayati, di Pelaihari, Selasa.
Menurut Wanita ramah ini, Kios Pangan tersebut merupakan tempat menyalurkan beras SPHP dari Bulog Kalsel atas rekomendasi dari DKPP Tanah Laut.
"Bagi masyarakat yang inin mendirikan Kios Pangan bisa datang berkonsultasi ke DKPP Tanah Laut, Persyaratannya sangat mudah," ungkapnya.
Baca juga: TP-PKK Kalsel bakti sosial Safari Ramadhan di Tanah Laut
Dijelaskannya, untuk penjualan beras SPHP harus sesuai Harga enceran tertinggi (HET) dan tidak diperbolehkan menjual di atas HET.
"Kios Pangan boleh mengambil beras SPHP di Bulog Kalsel maksimal dua ton untuk satu kali pengambilan dalam satu minggunya," terang Bornea.
Lebih lanjut dia mengemukakan, keberadaan Kios Pangan tersebut sangat membantu masyarakat apabila beras di pasaran mengalami kenaikan.
"Biasanya kalau beras lokal mahal, maka beras SPHP banyak permintaan. Tapi sebaliknya bila beras lokal turun harganya, maka permintaan beras SPHP juga turun,"tegasnya.
Baca juga: Kadispenda sebut pendapatan Tanah Laut 2026 masih fokus pada dana transfer
Kemudian, sambung dia, berkaitan dengan harga pangan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dari pantauan di lapangan terjadi kenaikan Harga, namun masih terkendali.
"Kita berharap ketersediaan pangan di Tanah Laut tetap stabil, apalagi menjelang lebaran nanti," demikian tutupnya.
