Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalse) H Suripno Sumas mengimbau masyarakat di provinsinya supaya tenang menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H / 2026 M.
"Pasalnya berdasarkan pengecekan kami melalui Dinas Perkebunan dan Peternak (Disbunnak) Kalsel, stok daging dan telur terutama dari jenis ayam ras di provinsi kita aman," ujar Suripno dalam keterangan persnya di Banjarmasin, Jum'at.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data resmi Disbunnak Kalsel dalam laporan proyeksi kesiapan pangan Ramadhan & Idul Fitri 1447 H Kalsel berada dalam kondisi surplus produksi untuk komoditas strategis yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut.
Baca juga: Kaum muslim dianjurkan semarakkan Ramadhan dengan tadarus Al Qur'an
"Masyarakat perlu mengetahui informasi pemerintah tersebut agar bisa tenang, dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyu' dan tanpa keresahan terkait ketersediaan pangan," ujar Suripno yang juga Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalsel.
Menurut Anggota DPRD Kalsel tiga periode tersebut, data resmi pemerintah menunjukkan stok dalam keadaan aman dan harga masih kendali.
"Karenanya masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau 'panic buying' . Mari kita sambut Ramadhan dengan tenang dan penuh kekhusyu'an,” ujak wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan Disbunnak, produksi daging ayam broiler Kalsel Tahun 2025 mencapai 123.330.490 kg, sementara kebutuhan lokal hanya sekitar 52.649.028 kg atau 43 persen dari total produksi.
"Dengan demikian, terdapat surplus cukup signifikan, dan Kalsel sebagai daerah surplus ayam pedaging dengan konsumsi per kapita 18,73 kg per tahun," ungkap alumnus Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tersebut.
Begitu pula komoditas telur ayam ras, total produksi mencapai 114.010.250 kg, sedangkan kebutuhan daerah sekitar 50.001.385 kg dengan konsumsi 27,28 kg per kapita per tahun. "Berarti kebutuhan telur dipastikan aman dan berlebih," katanya.
Sementara data distribusi bibit ayam (DOC) Januari 2026 menunjukkan total produksi 8.213.300 ekor DOC broiler, dengan 84 persen atau 6.907.898 ekor terserap di Kalsel
Selain itu, DOC layer (ayam petelur) sebanyak 127.500 ekor sepenuhnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan daerah.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin fasilitasi 200 UMKM berdagang di Pasar Wadai
"Hal tersebut menunjukkan ketahanan sektor hulu yang kuat serta kesinambungan produksi menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Firti mendatang (1447 H)," lanjutnya.
Menurut dia, ketersediaan bahan kebutuhan pokok tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi penyangga pangan regional bagi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim)! yang menjadi tempat Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kelebihan produksi ayam dan telur turut menyuplai provinsi tetangga, memperkuat posisi Kalsel sebagai daerah penyangga kebutuhan regional Kalimantan, terutama Kalteng dan Kaltim.
Untuk menjaga stabilitas stok dan harga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Disbunnak setempat menjalankan empat langkah strategis yaitu monitoring lapangan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage, dan rumah potong hewan.
Baca juga: Pemprov Kalsel dan BI gelar Pasar Raya TPID tekan inflasi Ramadhan
Selain itu, pengawasan sektor hulu di peternakan rakyat dan industri. Kolaborasi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) atau organisasi kemasyarakatan yang mewadahi peternak rakyat dan mandiri di bidang perunggasan.
"Dengan demikian, masyarakat Kalseltidak panic buying, tetap berbelanja secara wajar, Mendukung stabilitas harga dengan konsumsi bijak,Memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat solidaritas sosial," Imbahnya.
Begitu pula halnya dengan data yang transparan dan pengawasan yang ketat, optimistis Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H dapat dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan, pungkas Suripno Sumas.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026