Batulicin (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat Bersama BPBD setempat untuk membahas kesiapan penanganan bencana alam di "Bumi Bersujud".
"Kami bersama BPBD fokus membahas kesiapan untuk memastikan transisi dan perencanaan hingga penanganan bencana dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan terutama mitigasi bencana di wilayah pesisir dan hulu," kata Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu Andi Asdar Wijaya, di Batulicin Selasa.
Ia mengatakan, setelah mendengar paparan hasil evaluasi kerja pada periode 2025, dan program kerja periode 2026 yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi. Ada beberapa poin arahan yang disampaikan oleh Komisi III.
"Sebagai mitra kerja kami perlu memberi arahan untuk mendorong efisiensi dan inovasi," katanya.
Baca juga: DPRD Tanah Bumbu kenang jasa Pahlawan 7 Februari
Untuk penguatan infrastruktur mitigasi diprioritaskan pemasangan Early Warning System (EWS) berbasis sensor di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sering meluap.
Andi Asdar juga meminta BPBD untuk memastikan anggaran yang cukup untuk pemeliharaan rutin terhadap alat-alat ang sudah dibeli agar tidak mangkrak.
Baca juga: DPRD Tanah Bumbu bahas peralihan aset penerangan jalan umum
Selain itu juga diperlukan digitalisasi data bencana, BPBD harus memiliki "Dashboard Real-Time" pemetaan bencana yang dapat diakses oleh publik dan lintas SKPD.
"Kolaborasi dengan pihak ketiga juga penting mengingat keterbatasan APBD, Buat forum singkronisasi CSR perusahaan agar selaras dengan peta resiko bencana," pinta Andi Asdar.
