Bupati Kotabaru Irhami Ridjani, di Kotabaru Selasa, mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan pengusaha asal Korea Selatan yang difasilitasi PT Inhutani II Stagen, Kotabaru.
Irhami menjelaskan, rencananya investor asal Korea tersebut akan bermitra dengan perusahaan PT Inhutani II dan masyarakat sekitar lokasi hak pengusahaan hutan (HPH) milik BUMN tersebut.
"Mungkin saja untuk lahan inti investor akan kerjasama dengan Inhutani II, sedangkan untuk lahan masyarakat bisa jadi dengan sistem plasma karet," terangnya.
Selain membuka perkebunan karet, investor juga mengharapkan tersedianya lahan seluas 15 ribu hektare di luar areal perkebunan karet untuk ditanami Akasia.
Kayu hasil produksi lahan tersebut, lanjutnya, akan dipergunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap kapasitas 66 mega watt guna kepentingan pabrik pengolahan karet.
"Jadi 'power plant' tersebut tidak tergantung dengan bahan bakar dari luar atau batu bara, tetapi secara berkelanjutan bahan bakar itu akan dipenuhi sendiri dari hasil panen kayu Akasia," katanya.
Bupati mengharapkan, investor bukan hanya membuka perkebunan karet, namun juga dapat membangun pabrik pengolahan karet minimal setengah jadi.
Tujuannya agar tercipta lapangan kerja bagi masyarakaat Kotabaru, khususnya untuk mengatasi pengangguran di daerah-daerah sekitar lokasi perkebunan.
Sedangkan untuk lahan yang diminta investor seluas 15 ribu hektare, Bupati yang didampingi dengan Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana mengaku masih memikirkannya.
Sebelumnya Manajer PT Inhutani II Stagen, Kotabaru, Kalsel Bakhrizal Bakri, menjelaskan, pihaknya masih mensosialisasikan rencana investor asal Korea Selatan itu kepada masyarakat sekitar lokasi HPH.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.