Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berjuang keras membersihkan sampah besar yang bercampur ranting dan batang pohon kiriman dari hulu di Sungai Martapura.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR yang turun langsung dalam aksi tersebut di pinggiran Sungai Martapura di Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa, Banjarmasin Utara, Senin, menyampaikan, akibat aliran sungai deras karena intensitas hujan tinggi di bagian hulu, wilayahnya di bagian paling hilir sungai dapat kiriman sampah besar.
Menurut dia, jika tidak ditahan, material sampah tersebut berpotensi menghantam jembatan, merusak rumah warga di bantaran sungai, serta memperparah dampak banjir saat debit air meningkat.
Baca juga: DPRD Banjarmasin soroti sampah Sungai Martapura tak pernah usai
Baca juga: Polresta Banjarmasin bersihkan sampah ganggu "lalin" Sungai Martapura
Pemerintah Kota Banjarmasin pun telah membangun penangkap sampah apung yang membentang di Sungai Martapura sepanjang kurang lebih 60 meter di Sungai Gampa tersebut.
Dinyatakan Yamin, struktur ini berfungsi menahan sampah besar tersebut sebelum memasuki kawasan kota.
"Ini bukan sekadar soal membersihkan ranting dan batang kayu yang hanyut. Ini peringatan bahwa sungai kita sedang tidak baik-baik saja. Kalau wilayah hulu tidak ikut bertanggung jawab, maka daerah hilir seperti Banjarmasin yang akan menanggung risikonya," ucap Yamin.
Karenanya, ujar Yamin, keberadaan bangunan penangkap sampah apung tersebut saat ini menjadi benteng penting bagi kota.
Baca juga: Kalsel buat jambore aksi bersih sampah sungai Martapura pada HPSN 2023
Tanpa infrastruktur itu, ungkap dia, sampah besar yang bercampur ranting dan batang kayu berpotensi masuk ke pusat kota dan membahayakan jembatan maupun keselamatan warga.
Dikatakan dia, mengandalkan infrastruktur di wilayah hilir saja tidak cukup.
Menurut dia, penanganan sungai Martapura membutuhkan kerja sama lintas daerah, mengingat aliran sungai tersebut melewati sejumlah kabupaten sebelum bermuara di Kota Banjarmasin.
"Sungai Martapura mengalir lintas wilayah. Karena itu, penanganannya juga harus lintas pemerintah. Kita perlu duduk bersama agar pembersihan sungai tidak hanya dilakukan di hilir, tapi juga di hulu,” ujarnya.
Baca juga: Kalsel perbanyak bank sampah lestarikan Sungai Martapura
Sebagaimana diketahui, terjadinya intensitas hujan tinggi di hampir seluruh wilayah di Kalsel membuat banjir besar, salah satunya di Kabupaten Banjar.
Sebagian wilayah Kabupaten yang berada di bagian hulu sungai Martapura teredam banjir hingga kini, air banjir tersebut turun membawa sampah besar ke hilir yang posisinya masuk wilayah Kota Banjarmasin sebelum sampah itu turun ke muara Sungai Barito dan terus terbawa ke laut.
