Jamaah yang jumlahnya diperkirakan mencapai jutaan orang itu memenuhi Kelurahan Sekumpul di pusat Kota Martapura yang setiap tahun menjadi pusat penyelenggaraan ibadah yang puncaknya usai shalat Magrib.
Baca juga: Kapolda Kalsel pastikan situasi jutaan jamaah di Sekumpul terkendali
Jutaan jamaah mengalir ke kawasan Sekumpul sejak Ahad sore hingga menjelang Magrib memenuhi musala Ar Raudhah Sekumpul yang menjadi pusat kegiatan dan mengikuti acara hingga selesai waktu Isya.
Kehadiran jutaan jamaah itu tidak terlepas dari momen mengenang wafatnya ulama kharismatik asal MartapuravSyekh KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, yang dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul.
Meski pun Guru Sekumpul telah wafat, kecintaan dan kerinduan jamaah tetap terjaga dan tradisi pembacaan maulid yang dihidupkan semasa hayat terus dilestarikan jamaah sebagai wujud penghormatan kepada sang guru.
Rangkaian kegiatan keagamaan itu diawali pembacaan Maulid Al Habsyi, dilanjutkan dengan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang menggema di seluruh kawasan Musala Ar Raudhah dan sekitarnya.
Baca juga: Kapolda Kalsel sambut kedatangan Habib Luthfi di pengajian Sekumpul
Jamaah yang memenuhi ruang induk mushola, sepanjang ruas Jalan Sekumpul hingga Jalan Jenderal A Yani pusat Kota Martapura hingga ke Kota Banjarbaru larut dalam doa dan zikir bersama.
Sementara, ribuan aparat keamanan baik TNI dan Polri bersama relawan diterjunkan melakukan pengamanan serta pengaturan arus jamaah yang datang baik menggunakan kendaraan maupun perahu bermesin.
Rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sejumlah titik menuju pusat kawasan Sekumpul, dan petugas kesehatan disiagakan guna mengantisipasi kondisi darurat namun situasi aman dan tertib berlangsung hingga akhir.
Meski sempat diguyur hujan gerimis, semangat jamaah tidak surut tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dengan suasana tetap aman, tertib, dan penuh kekhusyukan serta religius.
Baca juga: Bank Kalsel salurkan bantuan 18 sapi pada momen 5 Rajab Sekumpul
