Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan terus berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pengelolaan sanitasi yang aman dengan memacu perubahan perilaku hidup sehat.
"Sanitasi yang baik bukan hanya soal membangun, tetapi membangun kesadaran. Kami ingin masyarakat benar-benar paham bahwa kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," kata Sekdakot Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Rabu.
Karena itu, ungkap dia, lewat upaya membangun kekuatan pengelolaan sanitasi dari kesadaran masyarakat ini, Pemkot Banjarmasin intensif melakukan sosialisasi, di antaranya dengan kelompok pemanfaatan dan pemeliharaan sanitasi serta membekali agen sosialisasi sanitasi aman yang menjadi ujung tombak ke masyarakat.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin perbaiki sanitasi limbah pada sembilan kelurahan
Ikhsan menjelaskan, saat ini salah satu tantangan utama sanitasi adalah minimnya keterlibatan para pemangku wilayah dan masyarakat.
"Keterlibatan aktif camat, lurah, dan warga sangat penting. Tanpa partisipasi publik, target sanitasi aman universal akan sulit dicapai," ujarnya.
Dia menekankan, pembentukan kelompok pemanfaatan dan pemelihara sanitasi bertujuan memastikan fasilitas sanitasi yang sudah dibangun pemerintah dapat dikelola dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat.
"Kami ingin kelompok ini dan para agen sosialisasi benar-benar memahami tugasnya. Banjarmasin harus menjadi kota yang aman, layak dan sehat untuk semua warganya," ucap Ikhsan.
Baca juga: Kodim Banjarmasin ubah budaya MCK warga pinggiran sungai lebih sehat
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan Denny Surya Martha menyampaikan, Kota Banjarmasin sebenarnya sudah memiliki dasar hukum dan infrastruktur sanitasi yang memadai.
Namun, dia menilai pemanfaatannya belum optimal. "Infrastruktur sanitasi di Banjarmasin itu sudah lengkap. Tapi beberapa fasilitas yang dibangun dalam 10 tahun terakhir tingkat pemanfaatannya masih rendah," kata Denny.
Untuk itu, pihaknya mendorong pembentukan agen perubahan sebagai langkah strategis.
"Kami optimistis pengelolaan berbasis masyarakat melalui kelompok pemelihara akan memberikan hasil yang lebih baik. Tapi kesadaran warga tetap harus ditingkatkan,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa meningkatnya minat masyarakat harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan pemerintah.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin perluas kawasan bersih dari BAB sembarangan
"Kalau masyarakat sudah mau berubah, pemerintah harus siap memberikan layanan yang berkualitas," ujarnya.
Kota Banjarmasin merupakan kota dengan populasi lebih dari 600 ribu jiwa dan memiliki karakteristik wilayah yang dekat dengan perairan.
Sanitasi buruk dapat memicu berbagai masalah kesehatan, kontaminasi sungai, hingga penurunan kualitas lingkungan.
Karena itu, Pemkot Banjarmasin menegaskan komitmennya menjadikan sanitasi sebagai agenda prioritas.
